News

Bencana Membawa Berkah, Banjir Selamatkan Desa Ukraina Ini dari Pendudukan Rusia

Pasukan Ukraina sengaja menenggelamkan desa di Demidyv agar tentara dan tank Rusia gagal menerobos batas Ukraina.


Bencana Membawa Berkah, Banjir Selamatkan Desa Ukraina Ini dari Pendudukan Rusia
Warga Demydiv harus menggunakan perahu karet untuk mobilitas karena desa mereka masih terdampak banjir. (REUTERS)

AKURAT.CO Sebuah desa di utara Kyiv, Ukraina, sengaja dibuat kebanjiran, sehingga ruang bawah tanah dan ladang terbenam serta tercipta rawa. Taktik ini berhasil mencegah serangan Rusia di ibu kota, sepadan dengan pengorbanan para penduduk.

Dilansir dari Reuters, pasukan Ukraina membuka bendungan pada awal perang di Demydiv. Tak pelak, sungai Irpin membanjiri desa dan ribuan hektare tanah di sekitarnya. Taktik ini dinilai berhasil menghentikan tentara dan tank Rusia menerobos batas Ukraina.

"Tentu saja ini bagus. Apa yang terjadi jika mereka (pasukan Rusia) mampu menyeberangi sungai kecil dan kemudian pergi ke Kyiv?" komentar Volodymyr Artemchuk, seorang warga Demydiv berumur 60 tahun.

baca juga:

Bencana Membawa Berkah, Banjir Selamatkan Desa Ukraina Ini dari Pendudukan Rusia - Foto 1
REUTERS

Lebih dari sepertiga ladang terendam banjir, menurut Oleksandr Rybalko. Sekitar 2 bulan kemudian, warga desa masih berjibaku dengan dampak banjir. Mereka harus menggunakan perahu karet untuk mobilitas dan menanami lahan kering yang tersisa dengan bunga dan sayuran. Sementara itu, anak-anak dibiarkan di lahan basah yang digunakan sebagai taman bermain.

Bencana Membawa Berkah, Banjir Selamatkan Desa Ukraina Ini dari Pendudukan Rusia - Foto 2
REUTERS

Invasi Rusia kini sudah berlangsung 3 bulan. Ribuan nyawa warga sipil melayang dan jutaan warga Ukraina melarikan diri. Konflik ini juga membuat sejumlah kota hancur berkeping-keping.

Baca juga: Biadab! Pasukan Rusia Terekam Bunuh Sipil Ukraina yang Tak Bersenjata, Tembak Mati dari Belakang

Pemerintah Rusia membenarkan tindakannya sebagai 'operasi militer khusus' untuk melucuti senjata Ukraina dan melindunginya dari fasis. Sebaliknya, Ukraina dan Barat menegaskan tuduhan fasis itu tak berdasar dan perang itu merupakan tindakan agresi tak beralasan.

Selama akhir pekan, Rusia menyerang sebelah timur Ukraina pada Minggu (15/5). Mereka berusaha mengepung pasukan Ukraina dalam pertempuran untuk merebut Donbas.[]