News

Benarkah KIB Usung Airlangga-Zulhas?

Golkar, PAN dan PPP menyatakan sikap untuk bekerjasama mengawal agenda Pilpres 2024 usai pertemuan di Rumah Heritage Jakarta


Benarkah KIB Usung Airlangga-Zulhas?
Tiga ketua umum partai Koalisi Indonesia Bersatu usai pertemuan di Rumah Heritage Jakarta, 13 Mei 2022. (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan membantah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) sudah memutuskan akan mencalonkan dirinya bersama Airlangga Hartarto sebagai pasangan calon presiden-wakil presiden pada Pemilu 2024.

Zulhas, demikian Zulkifli Hasan disapa, mengatakan hingga saat ini koalisi belum menetapkan capres-cawapres yang akan diusung.

"Nanti nanti," kata dia menjawab pertanyaan wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2022).

baca juga:

Zulhas menjelaskan alasan PAN bergbung bersama Golkar dan PPP membentuk poros KIB. 

Zulhas mengaku, syarat Threshold 20 persen membuat dirinya harus mencari teman-teman partai politik lainnya untuk bergabung agar bisa mengusung calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

"Jadi gini, karena tadi, gara-gara undang undang (presidential threshold harus) 20 (persen) kan nggak bisa ngusung (capres atau cawapres). Jadi kita cari teman agar bisa ngusung. Itu saja," ujar Zulhas.

Golkar, PAN dan PPP menyatakan sikap untuk bekerjasama mengawal agenda Pilpres 2024. Kesepahaman terjadi usai ketua umum ketiga parpol tersebut melakukan pertemuan di Rumah Heritage Jakarta, Kamis 12 Mei 2022.

"Pertemuan ini agar mendorong bahwa tiga  partai ini akan bekerja bersama atau akan bersatu. Bersatu itu sendiri adalah beringin, matahari, dan Baitullah, jadi Ka'bah. Jadi pertemuan ini tentu diharapkan dengan matahari ini PAN bisa berjalan, dan pohon beringin semakin tunbuh. Dan juga pertemuan kerja sama ini adalah yang diridhoi oleh Allah SWT," kata Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto usai pertemuan.

Airlangga mengatakan, ketiga parpol tersebut ingin membangun budaya politik baru, dimana budaya politik baru itu dijalankan dengan kerja sama yang berjenjang dan bertahap.

Menurutnya, hal ini juga dianggap baik untuk mendukung program yang dilakukan oleh pemerintahan hari ini.[]