News

Benarkah Keharmonisan Ferdy Sambo Dan Putri Candrawathi Cuma Rekayasa?

Benarkah Keharmonisan Ferdy Sambo Dan Putri Candrawathi Cuma Rekayasa?
Terdakwa Ferdy Sambo mencium kening Putri Candrawathi sebelum mengikuti sidang di PN Jaksel, Kamis (8/11/2022). (Endra Prakoso)

AKURAT.CO Sosok perempuan yang menangis saat keluar dari rumah Ferdy Sambo di wilayah Bangka, Jakarta Selatan, dan dipergoki oleh Bharada E diduga berkaitan dengan motif pembunuhan Brigadir J. 

Tim pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak, mengaku telah mengetahui jika hubungan Ferdy Sambo dengan istrinya Putri Candrawathi tidak harmonis. 

"Kita tahu peristiwa itu tapi kita enggak tahu itu siapa. Kan sudah kita sampaikan dari dulu bahwa hubungan Ferdy sambo dengan istrinya ini tidak harmonis," katanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (1/12/2022). 

baca juga:

Menurut Martin, hal itu berbeda dengan aksi pelukan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang selama ini diperlihatkan di ruang sidang. Dia mengatakan bahwa hal tersebut bisa saja direkayasa. Untuk itu, dia meminta agar Majelis Hakim menggali keharmonisan pasangan suami istri tersebut. 

"Hakim perlu menggali keharmonisan di dalam tanda petik di persidangan itu apakah rekayasa atau fakta. Kalau tidak fakta berarti diduga itu ada hubungannya dengan motif kembali mengenai perempuan. Siapa perempuan itu? Yang gosipnya kan ada si cantik yang berseragam coklat. Nah apakah dia Eliezer tidak tahu, bisa saja dia kan?" jelas Martin. 

Sebelumnya, Richard Eliezer atau Bharada E mengaku saat satu bulan sebelum kejadian pembunuhan, dirinya sempat melihat seorang wanita menangis keluar dari rumah Ferdy Sambo di kawasan Bangka. 

Berdasarkan cerita Bharada E, kejadian itu terjadi saat dirinya selesai piket dari rumah di Saguling, Duren Tiga. Ketika itu ia kembali ke rumah Saguling untuk berjaga, mendadak melihat Putri Candrawathi turun dari lantai dua diikuti oleh Brigadir J sambil membawa senjata api dan langsung menaruhnya di mobil.

"Ibu PC panggil kita bertiga, saya, almarhum (Brigadir J), Bang Matheus. Habis itu bilang 'nanti Dik Matheus naik mobil ibu dan Dik Richard naik mobil sendiri ya di belakang'" kata Bharada E menirukan perintah Putri Candrawathi.

Singkat cerita, Bharada E dan ajudan lainnya tiba di rumah Bangka. Setelah tiba, Bharada E mengaku melihat wanita yang sama sekali tidak pernah dilihat sebelumnya. Wanita itu keluar dari rumah dalam kondisi menangis.

"Kita enggak tahu ada kejadian apa di dalam rumah itu. Setengah jam kemudian ada orang keluar dari rumah karena pagar ditutup 'saya bilang Fon ada orang keluar itu'. Alfon buka pagar dalam, ada perempuan, saya enggak kenal, nangis dia. Saya bertanya-tanya ini siapa, saya lihat ke dalam," Bharada E menjelaskan.

Kemudian, wanita yang tidak diketahui itu mencari sopirnya dan langsung pergi.

"Perempuan itu bilang, nanya driver dia di mana. Saya lari ke samping panggil driver-nya, mobil Pajero hitam. Baru drivernya datang, perempuan itu naik langsung pulang," ungkap Bharada E. 

Sejak kejadian tersebut, Ferdy Sambo sering ke rumah Saguling. Padahal sebelumnya Ferdy Sambo ke rumah Saguling hanya untuk ibadah pagi saja dan lebih sering tinggal di rumah Bangka.

"Semenjak kejadian itu Pak FS sudah lebih sering di Saguling," pungkas Bharada E.