Olahraga

Belum Tampil Sesuai Harapan, Arema FC Sudah Ditunggu Sanksi Berat

Sanksi yang cukup berat sudah menanti Singo Edan lantaran flare yang menyala saat mereka menghadapi PSS Sleman.

Belum Tampil Sesuai Harapan, Arema FC Sudah Ditunggu Sanksi Berat
Suporter Arema FC (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

AKURAT.CO, Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan antara Arema FC kontra PSS Sleman di Stadion kanjuruhan, Malang, Jumat (5/8) lalu, terancam mendapatkan sanksi cukup besar.

Walau penyelenggaraan memang terbilang berjalan lancar. Namun, pada laga yang berakhir imbang 0-0 itu diwarnai aksi tak sportif dari suporter yang menyalakan flare di dua titik tribun.

Setidaknya, ada tiga flare yang menyala di atas tribun utara maupun tribun selatan Stadion Kanjuruhan. Insiden tersebut terjadi beberapa menit setelah peluit panjang laga ditiupkan.

baca juga:

Jelas, aksi ini akan membuat pihak panpel terancam sanksi cukup besar. Setidaknya, panpel bersiap mendapatkan sanksi berupa denda dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Fenomena ini tentu saja sangat disayangkan panpel. Pasalnya, kejadian seperti ini terus terjadi berulang meski panpel tak pernah berhenti melakukan sosialisasi.

"Tentu saja, hal-hal seperti ini sangat kita sayangkan. Karena pada Liga 1 nanti, sanksi untuk pelanggaran seperti ini cukup besar," kata Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris dikutip Indosport.

Ketika itu, panpel menghadapi situsi serupa. Saat final leg pertama Piala Presiden 2022 yang dimenangkan Arema FC 1-0 atas Borneo FC, diwarnai oleh nyala flare.

Tak pelak, kondisi ini memberi pekerjaan rumah yang berat bagi Panpel Arema FC. Mengingat klub berlogo kepala singa masih menggelar 12 dari 17 laga home di Liga 1 musim ini.

Bahkan, tiga jadwal Super Big Match Liga 1 juga belum tergelar di Stadion Kanjuruhan Malang. Yaitu ketika Arema FC bertemu Persebaya Surabaya, Persib Bandung dan Persija Jakarta.

"Langkah ke depan, kami tentunya tidak akan menyerah untuk mewujudkan pertandingan Liga 1 tanpa flare," tandas Abdul Haris.

Berkaca dari Persib

Penyalaan flare yang merupakan pelanggaran regulasi Liga 1 ini jelas merugikan Arema FC sebagai klub. Bahkan, ancaman sanksi denda bisa menjadi lebih besar.

Hal itu bisa mengacu pada pelanggaran serupa yang terjadi saat laga Persib Bandung menjamu Bhayangkara FC, Minggu (24/07) lalu.

Komdis PSSI lantas menjatuhkan denda hingga Rp200 juta kepada Persib Bandung atas ulah suporternya atas penyalaan flare dalam jumlah banyak pada sidang Jumat (29/07).

Sementara sanksi lain juga diperoleh Persija Jakarta untuk pelanggaran yang sama. Komdis menghukum Persija dengan denda Rp50 juta untuk 1 buah flare.

Insiden itu terjadi ketika Persija Jakarta dijamu Bali United pada pekan pertama Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Sabtu (23/07) lalu.

Sering Kecolongan

Tak hanya di Liga 1, Arema FC belum lama ini juga sering kecolongan pada pertandingan turnamen pramusim Piala Presiden 2022 lalu.

Arema FC kembali merugi akibat aksi penyalaan flare pada leg kedua semifinal Piala Presiden 2022 menjamu PSIS Semarang, Senin (11/07).

Kemenangan Tim Singo Edan dengan skor 2-1 atas PSIS Semarang ternoda oleh aksi oknum suporter itu. Segelintir suporter yang berada di bawah tiang lampu tribun sisi selatan Stadion Kanjuruhan menyalakan beberapa flare.

"Tentu hal ini sangat merugikan. Yang jelas, ini tugas kami untuk segera dibenahi," ujar Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris Rabu (23/07).[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com