Ekonomi

Belum Selesai dengan Kebocoran Pipa Nord Stream, Pipa Turk Stream di Belanda Ekspornya Dicabut

Belum Selesai dengan Kebocoran Pipa Nord Stream, Pipa Turk Stream di Belanda Ekspornya Dicabut
Ilustrasi Pipa TurkStream (Hungary Today)

AKURAT.CO Operator pipa gas TurkStream milik Rusia mengatakan pada hari Kamis bahwa Belanda telah mencabut izin ekspornya untuk ke wilayah Belanda dan sekitarnya. Hal ini menambah rentetan masalah yang timbul setelah sebelumnya ada kerusakan dan kebocoran pipa gas Nord Stream 1.

Adalah South Stream Transport B.V. yang merupakan anak perusahaan dari Gazprom, salah satu perusahaan milik negara yang beroperasi di beberapa wilayah di Eropa.

South Stream inilah yang menjadi korban dari Belanda yang menarik izin ekspornya pada 18 September lalu ditengah sanksi yang sudah meluas sejak ditenggarai oleh Uni Eropa, Amerika Serikat serta sekutunya.

baca juga:

Akan tetapi, walaupun izin ekspor untuk Belanda sudah dicabut, mereka masih bisa melanjutkan transportasi gas dan mereka bisa meminta untuk memulai izin kembali.

"Pemberlakuan sanksi baru tidak membatasi kelanjutan transportasi gas oleh South Stream Transport B.V. Dalam hal ini, pasokan gas dari berbagai industri dan jutaan rumah tangga di Turki dan negara-negara Eropa tidak akan terpengaruh dalam jangka pendek dan panjang," jelas South Stream dalam keterangan resminya, Jumat (30/9/2022).

Pada tahun 2020 silam, Rusia dan Turki secara resmi meluncurukan TurkStream, yang mana merupakan sebuah pipa gas yang berkapasitas 31,5 miliar kubik per tahun.

Dengan adanya pipa gas ini, Rusia memungkinkan untuk melewati Ukraina sebagai rute transit untuk membawa gas alamnya ke daerah Eropa Selatan melalui Laut Hitam dan Turki.

Sebelumnya, Uni Eropa sendiri sedang menghadapi hal krusial yang tidak bisa dianggap remeh. Dimana pipa Nord Stream membentang di laut Baltik untuk mengangkut gas dari Rusia ke Jerman. Tidak ada pipa yang beroperasi, tetapi semuanya berisi gas. Pemerintah Denmark dan Swedia percaya bahwa kebocoran yang terjadi di dekat wilayah mereka merupakan upaya sabotase.

Sebagai Informasi, sebelumnya Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrel menduga adanya upaya sabotase atas kebocoran tiga pipa gas alam Nord milik Rusia di Laut Baltik.

Sumber: Reuters, Xinhua News