News

Belum Pernah Bertemu Fisik, 5 Pelajar Ini Sukses Kolaborasi Musik secara Daring

Wunderkind mengaransemen ulang lagu It's The Hard Knock Life, soundtrack film drama musikal Annie.


Belum Pernah Bertemu Fisik, 5 Pelajar Ini  Sukses Kolaborasi Musik secara Daring
Wunderkind, band yang digawangi lima anak usia 9 hingga 11 tahun, berasal dari kota berbeda dan belum pernah bertemu secara fisik. (Dok. Wunkerkind)

AKURAT.CO, Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun, mengubah kehidupan sosial di masyarakat, tak terkecuali di kalangan anak-anak. Keseharian anak-anak yang biasanya padat aktivitas sekolah, les musik, klub olahraga dan ekstrakurikuler, kini harus dibatasi. Sebagian aktivitas yang biasa dilakukan tatap muka, terpaksa beralih ke daring dengan mengandalkan penggunaan gawai.

Kehadiran teknologi itu memang mampu memberikan banyak manfaat dan kemudahan. Namun seiring dengan penggunaannya, masalah baru pun muncul. Salah satunya, kecanduan gawai. Penggunaan gawai seharusnya selesai saat anak selesai menjalani proses belajar daring, namun faktanya tak sedikit orang tua yang membiarkan anak berkutat dengan gawai hingga sore bahkan malam hari. Sayangnya, bagi sebagian siswa, gawai tak lagi digunakan untuk mendukung proses pendidikan, namun untuk mengakses konten lainnya, terutama game online.

Hal ini didukung survei terhadap 25.000 anak di 34 provinsi terkait waktu penggunaan gawai untuk hal yang tidak terkait proses pendidikan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Survei menyebut 36,5 persen anak menggunakan gawai selama 1 sampai 2 jam untuk hal yang tidak berkaitan dengan pembelajarannya. Sementara itu sebanyak 34,8 persen menghabiskan waktu 2 hingga 5 jam dan 25,4 persen bahkan menggunakan waktu lebih dari 5 jam di luar keperluan sekolah.

Sadar akan fakta mengkhawatirkan tersebut, sebagian orang tua mencari beragam cara mendorong anak-anak lebih produktif mengisi waktu di rumah. Salah satunya bermain musik, bahkan membuat proyek kolaborasi musik. Seperti yang dilakukan oleh Wunderkind, band yang digawangi Aisha (vokal), Tata (bass), Biel (gitar), Vicki (gitar) dan Mika (drum). Kelima anak usia 9 hingga 11 tahun tersebut, berasal dari kota berbeda dan belum pernah bertemu secara fisik. Namun keterbatasan jarak, tak membuat mereka berhenti membuat karya. Salah satunya dengan mengaransemen ulang lagu It's The Hard Knock Life, soundtrack film drama musikal Annie.  

"Anak-anak ini punya kesamaan suka musik, lalu bertemu secara daring dan sepakat membuat kolaborasi musik. Belum pernah ketemu sama sekali, ngobrolnya ya lewat sosial media," kata Ferganata Indra, ayah dari Vicki.

Ya, di tengah keterbatasan jarak karena pandemi COVID-19 anak-anak tersebut tak berhenti membuat karya. Kemudahan teknologi menyediakan beragam saluran komunikasi, bahkan untuk menciptakan hal-hal rumit seperti kolaborasi musik.

"Ngobrolnya ya lewat chat instagram sama WhatsApp. Nggak ada kesulitan besar, kalaupun ada, bisa kita obrolin", kata Tata sang bassist.

"Ngobrolnya kadang malam ya, karena siang kita fokus sekolah daring," tambah Aisha, vokalis Wunderkind.

"Kesulitannya di awal-awal ya, apalagi aku mainin drum yang harus bener ketukan, tempo nggak boleh salah. Biasanya sehabis sekolah daring, aku mulai latihan ngulik lagunya," kata Mika.

Menurut Budayawan Sutanto Mendut, penggunaan gawai pada anak-anak, terlebih di tengah pandemi memang tak bisa terelakkan. Bahkan tampaknya anak mustahil dipisahkan dari gawai.

"Yang bisa dilakukan orang tua adalah mengarahkan penggunaan gawai dan teknologi untuk hal-hal yang lebih produktif, seperti membuat kolaborasi musik, berjejaring musik secara virtual. Bisa kok menghasilkan karya-karya besar yang bahkan diakui dunia," kata Sutanto saat peluncuran video musik Wunderkind secara daring, Sabtu (10/4/2021).[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu