News

Belum Musnahkan Barang Sitaan, Bea Cukai Ternate: Jalani Prosedur Terlebih Dahulu

Bea Cukai Ternate dikabarkan hingga kini belum juga memusnahkan barang hasil penindakan atau penyitaan


Belum Musnahkan Barang Sitaan, Bea Cukai Ternate: Jalani Prosedur Terlebih Dahulu
Petugas brimob mejaga barang bukti minuman keras yang berhasil disita usai menggelar jumpa pers di Polda Metro Jaya, Gatot Subroto, Jakarta, Senin (18/9). Jumpa pers ini terkait Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, tentang penyelundupan minuman keras mengandung metil alkohol (MMEA) sebanyak 53.927 botol dengan nilai mencapai Rp26,3 miliar. (Sopian)

AKURAT.CO, Kantor Pelayanan Bea Cukai Ternate, Maluku Utara (Malut) hingga kini belum melakukan pemusnahan terhadap barang bukti triwulan I pada 2021 melalui hasil sitaan dalam operasi penindakan operasi pasar.

"Jika barangnya rokok, maka dalam undang-undang wajib dimusnahkan, tetapi prosedurnya harus dilapor ke KPKNL untuk jumlah berapa banyak dan semua suratnya harus dilampirkan, setelah ada persetujuan dari Menteri Keuangan," kata Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Ternate, Jims Oktovianus di Ternate, Rabu (17/03/2021).

Dia mengatakan, penindakan pemusnahan merupakan tindak lanjut barang bukti, terhadap barang hasil penindakan, belum dilakukan karena barang buktinya masih sedikit.

Selain itu, barang hasil penindakan melewati jalur administrasi yang sesuai dengan Undang-undang di Kepabeanan dan Bea Cukai, di mana barangnya ditetapkan dikuasai negara, dan ada juga periodenya yang ditetapkan sebagai barang milik negara.

Untuk barang milik negara tersebut nantinya bakal diusulkan peruntukannya melalui tidak lanjut di JKN atau KPKNL untuk penetapan peruntukannya.

Dia mengemukakan, pemusnahan juga harus dilihat berapa banyak jumlahnya. Jika barang bukti sitaan tersebut berjumlah banyak, maka akan segera diproses administrasinya. Namun, jika jumlahnya sedikit, maka pemusnahan belum dilakukan dan menunggu jumlahnya bertambah, sehingga bisa dimusnahkan secara kolektif.

Dia mencontohkan, kalau pemusnahan barang sitaan, kemudian nilai barangnya tidak sesuai dengan biaya pemusnahan yang contohnya sekitar Rp5 juta, maka belum bisa dilakukan karena harus mengundang instansi terkait.

Jims menambahkan, Bea Cukai Ternate gencar melakukan sosialisasi untuk pencegahan pemasaran rokok ilegal dengan cara memasang baliho dan memberikan edukasi langsung kepada pengecer rokok.

"Untuk operasi penindakan yang berada di luar wilayah kota Ternate dilakukan koordinasi dengan TNI atau kepolisian," katanya.

Sumber: Antara

Arief Munandar

https://akurat.co