Olahraga

Belum Menyerah, Enea Bastianini Masih Bersaing untuk Gelar Juara Dunia

Bastianini adalah pebalap kedua yang meraih kemenangan terbanyak di musim 2022 di belakang Bagnaia.

Belum Menyerah, Enea Bastianini Masih Bersaing untuk Gelar Juara Dunia
Pembalap Gresini Racing, Enea Bastianini (TWITTER/@Bastia23)

AKURAT.CO - Ducati mampu merebut posisi 1-2 pada dua balapan terakhir MotoGP 2022, di mana yang terbaru terjadi di MotoGP Aragon 2022 yang berlangsung di Sirkuit Motorland Aragon, Spanyol, Minggu (18/9).

Namun, gelar juara berhasil direbut tim satelit Gresini Racing, di mana Enea Bastianini mampu menikung pebalap pabrikan dari tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia di lap-lap terakhir untuk mengamankan kemenangan keempatnya di musim 2022.

Kemenangan keempat Bastianini di MotoGP musim ini membuatnya saat ini hanya berjarak kurang dari 50 poin dari Fabio Quartararo yang ada di puncak, dan gagal mendapat poin lantaran harus terjatuh akibat terlibat insiden dengan Marc Marquez.

baca juga:

Bagi Bastianini ini adalah kemenangan pertamanya sejak MotoGP Prancis di Sirkuit Bugatti, Le Mans pada 15 Mei lalu. Menempatkan pebalap berusia 24 tahun itu berada di urutan kedua dalam daftar pebalap dengan kemenangan terbanyak di belakang Bagnaia.

"Pertempuran bagus seperti di Misano. Awalnya saya kesulitan ketika Aleix (Espargaro) melewati saya, saya sedikit melebar dan kehilangan posisi dibanding posisi saya di awal," kata Bastianini dikutip Crash.net.

"Pada lap sembilan saya kembali ke atas, tetapi saya membuat kesalahan di tikungan 10 dan saya keluar (lintasan). Saya pikir 'saya harus tetap tenang' dan menutup jarak dengan Pecco (Bagnaia) yang tampil cepat seperti di Misano."

"Dia tidak membuat kesalahan seperti di Misano, tetapi (kali ini) di lap terakhir saya lebih dekat. Sungguh menakjubkan bagi saya untuk kembali ke (posisi) atas."

Namun, terlepas dari kemenangan sensasional-nya di Sirkuit MotorLand Aragon, Bastianini menilai defisit 48 poinnya terlalu banyak untuk ditutup dengan hanya lima balapan tersisa, MotoGP Jepang, MotoGP Thailand, MotoGP Australia, MotoGP Malaysia dan ditutup MotoGP Spanyol.

"Pecco (Bagnaia), dan pebalap Ducati lainnya sangat cepat, tetapi Pecco memiliki poin tertinggi seperti saya, kami mengendarai motor yang sama dan untuk menyalipnya sangat sulit. Tetapi, kali ini saya menang," kata Bastianini.

"48 poin terlalu banyak untuk menutup jarak, bagi saya, tetapi saya ingin melanjutkan ke arah ini dan menjadi kompetitif di bagian terakhir kejuaraan. Mari kita lihat apa yang terjadi balapan demi balapan, tetapi saya memiliki settingan baik untuk balapan selanjutnya."

Bastianini juga belum menyerah mengenai gelar juara, walau mengakui bakalan sulit untuk bisa menundukkan Bagnaia yang belakangan tampil konsisten dan merupakan pebalap favorit memenangkan gelar mengingat performanya baru-baru ini.

Faktanya, Quartararo belum pernah sekalipun mengalahkan Bagnaia sejak seri MotoGP Jerman pada 19 Juni lalu. Bukan cuma itu, DNF Quartararo kali ini juga merupakan yang kedua sepanjang musim 2022 setelah sebelumnya hal itu terjadi di MotoGP Belanda.