News

Belum Masuk RI, Menkes Waspadai Varian Baru Covid-19 AY.4.2 dari Inggris

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan akan terus memantau dan mewaspadai masuknya varian baru virus Corona yakni AY.4.2 ke Indonesia.


Belum Masuk RI, Menkes Waspadai Varian Baru Covid-19 AY.4.2 dari Inggris
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat meninjau pelaksanaan vaksin massal bagi tenaga kesehatan di Istora Senayan, Kompleks Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). (BPMI Setpres)

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan akan terus memantau dan mewaspadai masuknya varian baru virus Corona yakni AY.4.2 ke Indonesia.

Varian AY.4.2 ini pertama kali ditemukan di Inggris akibat lonjakan kasus yang terjadi di negara tersebut.

“Kami sudah memonitor kemungkinan adanya varian-varian baru. Kami sudah lihat bahwa di Inggris ada satu varian yang berpotensi mengkhawatirkan, yaitu AY.4.2 yang belum masuk di Indonesia, yang sekarang terus kami monitor perkembangannya seperti apa,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers Evaluasi Mingguan PPKM secara virtual, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Budi menambahkan, varian yang merupakan turunan dari varian Delta ini menyebabkan peningkatan kasus konfirmasi yang cukup signifikan di Inggris, sejak Juli sampai Oktober 2021.

“Kita juga melihat bahwa beberapa negara di Eropa memang juga kasusnya meningkat terus,” imbuhnya. 

Oleh karenanya, kata Menkes, saat ini pemerintah juga fokus untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19 yang berpotensi terjadi pada libur Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022. 

“Arahan Bapak Presiden agar dipastikan jangan sampai di acara atau di waktu Nataru (Natal dan Tahun Baru) terjadi lonjakan gelombang berikutnya,” ujar Menkes. 

Budi menambahkan, pengendalian Covid-19 di saat Nataru ini akan sangat mempengaruhi penyelenggaraan berbagai ajang besar yang akan dilaksanakan di tanah air. 

“Akan ada banyak acara-acara penting tahun depan, seperti G20 yang sangat bergantung kepada kepercayaan pimpinan-pimpinan dunia bagaimana Indonesia bisa menangani kondisi (pandemi), terutamanya di Nataru ini. Kalau ada lonjakan, akan sangat mengganggu kehadiran mereka dan suksesnya acara tersebut,” ujarnya.