Olahraga

Belum Juga Sembuh, Marquez Salahkan Dokter yang Merawatnya

Marc Marquez juga menjalani tiga operasi dan sama sekali tak bisa turun dalam balapan musim 2020.


Belum Juga Sembuh, Marquez Salahkan Dokter yang Merawatnya
Pembalap MotoGP, Marc Marquez, dalam peluncuran tim Repsol Honda di Jakarta, Indonesia. (REUTERS/Willy Kurniawan)

AKURAT.CO, Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengakui bahwa keputusannya untuk kembali membalap hanya beberapa hari setelah menjalani operasi lengan di Sirkuit Jerez di Jerez, Spanyol, Juli lalu, adalah kesalahan.

Kini, Marquez masih berkutat untuk memulihkan cedera panjang yang disebutnya sebagai kesalahan dokter. Marquez juga menjalani tiga operasi dan sama sekali tak bisa turun dalam balapan musim lalu.

Menurut Marquez, lempengan yang ditempatkan di lengannya patah ketika ia berusaha membuka pintu dorong di rumahnya. Namun, hal itu dipicu karena tekanan ketika dia harus berada di Jerez dalam kondisi pasca operasi yang masih belum sepenuhnya pulih.

“Berusaha kembali ke Jerez adalah sebuah kesalahan. Saya telah belajar bahwa para pembalap memiliki kebaikan dan keburukan, yaitu bahwa pembalap tidak punya rasa takut, maka dokterlah yang harus membuat kami melihat itu,” kata Marquez sebagaimana dipetik dari Crash.

“Setelah operasi pertama, pertanyaan pertama setiap pembalap adalah: kapan saya bisa kembali mengendarai motor? Dan dokterlah yang harus tahu bagaimana menghentikan Anda, dia adalah orang yang harus menjadi realistis. Saya pergi ke Jerez dengan pikiran tenang bahwa lempengan tidak apa-apa karena demikianlah mereka bilang kepada saya.”

Marquez mendapatkan cedera saat melakukan balapan pertama di Jerez pada 19 Juli lalu. Balapan berikutnya juga digelar di sirkuit yang sama sepekan kemudian dan pembalap asal Spanyol pemilik delapan gelar juara dunia itu diizinkan dokter kembali berpacu namun akhirnya malah memperparah bekas operasinya.

“Saya tidak takut tetapi tidak sadar. Jika mereka bilang bahwa lempengan bisa patah, saya tidak akan (mengendarai) motor dengan kecepatan 300 kilometer per jam,” ucap Marquez.

Marquez disebut mengalami infeksi pada bekas operasi yang membuat proses pemulihannya berjalan tidak sebagaimana mestinya. Honda berharap pembalap asal Spanyol itu bisa pulih sebelum seri pertama dilangsungkan di Qatar, 28 Maret mendatang.

Marquez jelas berhasrat kembali ke balapan karena ia kini berada di ambang sejarah untuk menyamai rekor sembilan gelar juara dunia milik Valentino Rossi. Musim depan akan ada 20 seri di mana Grand Prix Indonesia masuk dalam salah satu kalender cadangan.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu