News

Belum Ada Sebulan Gencatan Senjata, Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara ke Gaza

Israel melancarkan serangan udara yang menyasar Hamas di Jalur Gaza dengan dalih membalas serangan balon pembakar.


Belum Ada Sebulan Gencatan Senjata, Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara ke Gaza
Cahaya ledakan memancar di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza.

AKURAT.CO, Israel dan Hamas di Gaza telah menyepakati gencatan senjata yang berlaku mulai 21 Mei. Namun, terdengar ledakan di Kota Gaza pada Rabu (16/6) dini hari. Rupanya, Israel telah melancarkan serangan udara yang menyasar Hamas di Jalur Gaza. Mereka berdalih membalas balon pembakar yang ditembakkan dari wilayah tersebut.

Dilansir dari BBC, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan jet tempurnya telah menghantam kompleks militer yang dioperasikan oleh Hamas di Khan Yunis dan Kota Gaza. Mereka mengklaim terjadi 'aktivitas teroris' di kompleks tersebut.

"IDF siap menghadapi semua skenario, termasuk dimulainya kembali peperangan, untuk menghadapi aksi teror lanjutan dari Jalur Gaza," bunyi pernyataan IDF.

Masih belum jelas apakah serangan udara itu menyebabkan cedera.

Sebelumnya, beberapa balon pembakar dikirim dari Gaza ke Israel pada Selasa (15/6). Akibatnya, terjadi setidaknya 20 kebakaran di ladang milik warga di Israel selatan, menurut dinas pemadam kebakaran Israel.

Belum Ada Sebulan Gencatan Senjata, Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara ke Gaza - Foto 1
BBC

Sementara itu, melalui Twitter, seorang juru bicara Hamas menyatakan bahwa warga Palestina akan terus melawan dengan berani serta membela hak-hak mereka dan tempat-tempat suci di Yerusalem.

Ini menjadi bentrokan kekerasan pertama sejak pemerintah koalisi baru Israel berkuasa mulai akhir pekan lalu. Pemerintahan baru ini dipimpin oleh Naftali Bennett yang melengserkan Benjamin Netanyahu yang telah 12 tahun menjabat sebagai perdana menteri.

Selain itu, lebih dari 30 demonstran Palestina terluka, sementara 17 lainnya ditangkap pada Selasa (15/6) ketika polisi Israel mengusir unjuk rasa di daerah Yerusalem Timur. Polisi Israel dilaporkan menembakkan granat kejut dan peluru karet.

Dari video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah demonstran Israel meneriakkan 'matilah orang Arab' kepada orang Palestina setempat.

Pawai bendera Hari Yerusalem merupakan acara tahunan yang menandai penaklukan Israel atas Yerusalem Timur dalam Perang Timur Tengah tahun 1967. Acara tahun ini dijadwalkan berlangsung Kamis (10/6) lalu. Namun, panitia membatalkannya setelah polisi Israel menolak usulan rute dengan alasan masalah keamanan.

Acara ini lantas disetujui oleh pemerintah koalisi Israel. Namun, Menteri Luar Negeri Yair Lapid mengecam demonstran Israel yang menyanyikan yel-yel rasis dan kekerasan.

"Ekstremis yang mengusung bendera Israel untuk mewakili kebencian dan rasisme itu keji dan tak dapat ditoleransi. Entah bagaimana seseorang bisa-bisanya memegang bendera Israel sambil meneriakkan 'matilah orang Arab'," kritiknya. []