News

Belum Ada Kabar dari Tonga usai Tsunami, Keluarga di Luar Negeri Putus Asa

Petilise Tuima di Australia mengaku terakhir kali berbicara dengan keluarganya ketika mereka melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi.


Belum Ada Kabar dari Tonga usai Tsunami, Keluarga di Luar Negeri Putus Asa
Gunung berapi Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai di lepas pantai Tonga meletus pada Sabtu (15/1). (Foto: bpnewstoday) ()

AKURAT.CO, Warga Tonga yang tinggal di luar negeri masih ketar-ketir menanti kabar dari orang terkasih mereka setelah meletusnya gunung berapi yang memicu tsunami.

Dilansir dari BBC, gunung berapi Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai di lepas pantai Tonga meletus pada Sabtu (15/1). Erupsi tersebut juga memicu tsunami di pantai Tonga dan memutus saluran telepon dan internet di semua pulau. Karena komunikasi masih terbatas, belum ada laporan resmi tentang kematian atau korban cedera di negara tersebut. Seberapa besar kerusakannya pun masih belum bisa disimpulkan.

Bagi banyak warga Tonga yang tinggal di luar negeri, sudah beberapa hari mereka tak bisa berkabar dengan keluarga dan teman. Petilise Tuima di Australia mengaku terakhir kali berbicara dengan keluarganya pada Sabtu (15/1) ketika mereka melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi.

baca juga:

"Semua orang di komunitas Tonga kami saling menelepon untuk mengecek apakah sudah ada yang bisa tersambung atau mendapat kabar. Kami putus asa," ungkapnya.

Hal yang sama dikeluhkan Siniva Filise, seorang warga Tonga di Wales. Ia belum bisa menghubungi orang tuanya yang sudah lanjut usia.

"Saya khawatir sekarang apakah mereka punya makanan? Atau air bersih untuk diminum?" ujarnya.

Sementara itu, resor Pantai Ha'atafu di Tongatapu benar-benar musnah dan seluruh garis pantai barat hancur total," menurut unggahan laman resor di Facebook yang ditulis oleh kontaknya di luar negeri. Unggahan itu mengatakan mereka yang tinggal di sana hanya bisa menyelamatkan diri dengan berlari melalui semak-semak, tetapi itu percuma.

Palang Merah menuturkan kalau jaringan telepon satelit sekalipun, yang digunakan oleh banyak lembaga bantuan, buruk akibat efek awan abu. Organisasi itu memperkirakan 80 ribu orang terdampak tsunami.

Menurut Alexander Matheou, direktur regional Palang Merah, debu vulkanik dan tsunami kemungkinan besar telah mencemari pasokan air di Tonga.

"Salah satu kebutuhan terbesar adalah menyediakan pemurni air dan air minum yang bersih," ucapnya.

Di sisi lain, sejumlah pejabat khawatir upaya bantuan dapat mengakibatkan penyebaran Covid-19 di negara itu.

"Kami tak ingin membawa gelombang lain, tsunami Covid-19," tutur wakil kepala misi Tonga di Australia, Curtis Tu'ihalangingie.

Tonga terdiri dari 170 pulau yang tersebar di sekitar 700 ribu km persegi. Sekitar 100 ribu orang tinggal di Tonga. Sebagian besar berada di Pulau Tongatapu. []