News

Beli Solar dan Pertalite Wajib Punya Akun My Pertamina, Ini Kritik Dasco

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai bahwa perlu dilakukan sosialisasi lebih lanjut untuk menjalankan peraturan tersebut.


Beli Solar dan Pertalite Wajib Punya Akun My Pertamina, Ini Kritik Dasco
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Jakarta, Sabtu (26/3/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, PT Pertamina (Persero) berencana menerapkan uji coba peraturan baru pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar dan Pertalite melalui akun My Pertamina, pada Jumat (1/7/2022). 

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai bahwa perlu dilakukan sosialisasi lebih lanjut untuk menjalankan peraturan tersebut. Pasalnya kebijakan itu tidak bisa serta merta dilakukan dan minim sosialisasi.

"Hal ini perlu dilakukan sosialisasi yang lebih luas dan mendalam terutama juga harus dipikirkan bagi masyarakat yang belum mempunyai Handphone atau HP nya yang belum bisa seperti android yang bisa mengunduh aplikasi (My Pertamina), " kata Dasco kepada awak media di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (28/6/2022). 

baca juga:

Dasco menuturkan seiring berjalannya waktu dalam proses penyesuaian masyarakat akan kebijakan baru. Tentunya kebutuhan publik untuk mengakses aplikasi tersebut harus menjadi catatan pemerintah. 

"Sehingga seiring berjalannya kebijakan ada juga perlakukan yang berbeda terhadap yang belum mempunyai HP yang bisa mengunduh aplikasi (My Pertamina)," tutur Dasco. 

Ketua Harian DPP Gerindra itu nantinya akan menghubungi Komisi VI DPR  agar dapat berkoordinasi dengan pemerintah dalam membuat kebijakan yang pro rakyat. 

"Kita akan minta ke komisi teknis terkait tentunya melakukan koordinasi dengan mitra pemerintah yaitu Pertamina untuk kemudian agar kebijakan ini bisa lebih menyentuh kepada rakyat kecil," tukas Dasco. 

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga berinisiatif dan berinovasi untuk melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna berhak yang sudah terdaftar di dalam sistem MyPertamina.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution mengatakan, dalam menyalurkan BBM subsidi ada aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya. 

"Saat ini, segmen pengguna Solar subsidi ini sudah diatur, sedangkan Pertalite segmentasi penggunanya masih terlalu luas. Sebagai badan usaha yang menjual Pertalite dan Solar, kami harus patuh, tepat sasaran dan tepat kuota dalam menyalurkan BBM yang disubsidi pemerintah,” ujar Alfian dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (27/6/2022).

Alfian menambahkan, saat ini masih terjadi di lapangan adanya konsumen yang tidak berhak mengonsumsi BBM jenis pertalite dan solar dan jika tidak diatur, berpotensi menjadiklan kuota BBM pertalite dan Solar yang telah ditetapkan selama satu tahun tidak akan mencukupi. []