News

Beli Ponsel dengan Uang Palsu, Driver Ojek Online Akhirnya Ditangkap Polisi

Beli Ponsel dengan Uang Palsu, Driver Ojek Online Akhirnya Ditangkap Polisi
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim menunjukan Barang bukti uang palsu saat rilis pengungkapan jaringan pengedar dan pembuat uang palsu di kantor Dirtipideksus Bareskirm Polri, Jakarta, Jumat (16/3). Dittipideksus Bareskrim Polri menangkap enam pelaku pembuat, pengedar, dan pemodal uang palsu (upal) pecahan Rp100 ribu seribu lembar. Para pelaku merupakan kelompok pengedar uang palsu Jakarta-Bogor (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Seorang pengemudi ojek online berinisial FH (20) ingin melakukan penipuan kepada pemuda bernama Fahmi di Jalan Jembatan Besi, Gang Asem, Tambora, Jakarta Barat pada Minggu (8/11/2020) kemarin. 

Kronologinya, korban berjualan ponsel merk Xiaomi Redmi Note 9 melalui sosial media menarik minat pelaku. Kemudian pelaku menghubungi korbannya untuk janjian bertemu.

Kapolsek Tambora, Kompol Faruk Rozi menerangkan, ketika bertemu di lokasi pelaku mengecek kondisi ponsel seperti pembeli pada umumnya. Setelah itu, pelaku menyerahkan uang senilai Rp1,9 juta kepada korban.

baca juga:

"Korbannya Fahmi Fadhilah yang akan menjual barang miliknya berupa 1 unit handphone merk readmi note 9 melalui media sosial facebook mencurigai saat uang yang diterima dari pelaku terdapat keganjalan," kata dia, Kamis (12/11/2020).

Saat mencurigai hal tersebut kemudian korban meminta tolong warga sekitar untuk mengamankan pelaku dan melaporkannya kepolsek Tambora.

Setelah melaporkan hal tersebut, anggota Polsek mendatangi lokasi kejadian untuk menyelidiki laporan korban. Hasilnya dari pemeriksaan anggotanya uang Rp, 100.000 sebanyak 19 lembar itu ternyata Palsu.

"Dari awal pelapor sudah memperhatikan gerak gerik terlapor yang mencurigakan dan ketika menerima uang, korban memeriksa uang kertas tersebut dan merasakan sesuatu yang aneh," ungkap dia.

Dari pengamatan korban, uang tersebut sangat halus dan warnanya agak luntur tidak seperti uang asli. Karena yakin uang yang digunakan oleh pelaku palsu kemudian korban melaporkan hal ini.

"Ternyata pelaku nekat melakukan perbuatan nya tersebut lantaran dia juga telah menjadi korban dengan kasus serupa," tegas dia.

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu