Ekonomi

Beli Minyak Pakai NIK, Boleh Pinjam KTP Kalau 'Kepepet'

Namun demikian, ketika didapati adanya toko pengecer minyak goreng curah selalu kehabisan barang padahal tidak ada antrean, maka akan dilakukan evaluasi.


Beli Minyak Pakai NIK, Boleh Pinjam KTP Kalau 'Kepepet'
Pekerja beraktivitas di salah satu agen minyak goreng curah di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (26/5/2022) (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pembelian minyak goreng curah saat ini diwajibkan untuk menggunakan Nomor Induk Kependududkan (NIK) dan aplikasi PeduliLindungi. Konsumen dibatasi pembeliannya yang mana satu NIK hanya boleh membeli 10 kg minyak curah per hari nya.

Nantinya bila kuota harian telah habis, konsumen bisa meminjam NIK orang lain agar bisa membeli minyak goreng curah.

"Kalau menurut kami sebenarnya setiap manusia yang punya NIK punya hak membeli. Jika hak tersebut dipinjamkan kepada orang, hari itu, bukan sesuatu yang mau kita regulate," Kata Plt Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmad Kaimuddin, Selasa (28/6/2022).

baca juga:

Rahmad menambahkan, bila ada masyarakat yang mau gotong royong meminjamkan KTP, maka pihaknya akan berprasangka baik.

Namun demikian, ketika didapati adanya toko pengecer minyak goreng curah selalu kehabisan barang padahal tidak ada antrean, maka akan dilakukan evaluasi.

Rachmad juga mengatakan bila mekanisme untuk pendataan KTP tersebut juga menggunakan aplikasi PeduliLindungi, yang mana kalau warnanya telah hijau, berarti masih ada kuota untuk membeli. 

Sedangkan bila terindikasi berwarna merah, nantinya mereka tidak diperbolehkan untuk membeli minyak, karena kuota harian yang ada pada NIK pada hari itu, sudah dipakai dan harus datang di ke esokan harinya.

Namun, jika masyarakat benar-benar membutuhkannya, maka ia membolehkan mereka untuk mencari orang lain untuk dipinjam KTP-nya. Dengan catatan, pemilik KTP tersebut masih memiliki kuota 10 kg pembelian minyak goreng curah.

Rachmad menjelaskan, kuota 10 kg per hari harusnya mencukupi kebutuhan minyak per orang di Indonesia. Berdasarkan data per kapita, satu orang hanya membutuhkan sekitar 1 liter minyak goreng curah untuk satu bulan.