Ekonomi

Beli Minyak Goreng Pakai NIK dan Peduli Lindungi, Alvin Lie: Terus Apa Fungsi Kartu Sembako Murah?

Alvin: Penggunaan Peduli Lindungi sbg syarat beli Minyak Goreng Curah merupakan indikasi bahwa K yg diluncurkan Presiden @jokowi tidak berhasil.


Beli Minyak Goreng Pakai NIK dan Peduli Lindungi, Alvin Lie: Terus Apa Fungsi Kartu Sembako Murah?
Alvin Lie (kanan) foto dengan replika Jokowi di Bandara Ahmad Yani (Screencapture/twitter.com/alvinlie21)

AKURAT.CO, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan akan menerapkan kebijakan baru mengenai pembelian minyak goreng curah seharga Rp14.000 dengan menggunakan NIK dan aplikasi PeduliLindungi.

Merespon hal itu, Pengamat Penerbangan Alvin Lie berpendapat sejatinya pembelian minyak goreng dan lain-lain dapat menggunakan Kartu Sembako Murah, yang sebelumnya telah diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sewaktu awal menjabat sebagai RI 1.

"Kenapa pembelian minyak goreng curah harus pakai Peduli Lindungi atau KTP? Kenapa tidak pakai Kartu Sembako Murah (KSM). Pemegang KSM sudah terverifikasi identitas & kondisi ekonominya, KSM adalah program resmi Presiden utk bantu warga miskin," cuitnya via media sosial Twitter.

baca juga:

Kemudian, Alvin menambahkan hal itu menunjukan bahwaKSM yang diluncurkan oleh Presiden sendiri, tidak berhasil menjalankan fungsinya, dan akhirnya digantikan oleh yang lain.

"Penggunaan Peduli Lindungi atau KTP sbg syarat beli Minyak Goreng Curah merupakan indikasi bahwa Kartu Sembako Murah yg diluncurkan Presiden @jokowi tidak berhasil menjalankan fungsinya." lanjut cuit Alvin di Twitternya.

Akurat.co kemudian mencoba menghubungi Alvin Lie, yang kemudian ia memberikan pendapatnya secara langsung mengenai pemakaian aplikasi Peduli Lindungi untuk syarat mendapatkan MGCR.

Menurut Alvin, penggunaan aplikasi tersebut untuk pembelian minyak goreng curah itu sendiri merupakan hal yang keliru, karena pada akhirnya akan timbul kecurigaan di kalangan masyarakat.

"Betul itu, justru nanti masyarakat bisa curiga dan akan ada pertanyaan 'kenapa pakai Peduli Lindungi, kan ini untuk perjalanan dan tracing covid-19?', ini yang mesti di pertanyakan kepada pemerintah," ujar Alvin saat Akurat.co hubungi pada Senin (27/6/2022).

Alvin sendiri juga menyayangkan mengapa KSM tidak digunakan secara menyeluruh, mengingat pendataanya sudah melalui RT/RW, Kelurahan hingga Kecamatan, sehingga masyarakat yang lebih membutuhkan pasti sudah diseleksi dengan ketat.