News

Beli Migor Pakai PeduliLindungi, Pemerintah Diminta Pikirkan Rakyat yang Tak Punya HP!

Pemerintah harus mempersiapkan solusi konkret bagi masyarakat yang tidak memiliki smartphone dan tinggal di daerah yang tidak terjangkau internet.


Beli Migor Pakai PeduliLindungi, Pemerintah Diminta Pikirkan Rakyat yang Tak Punya HP!
Anggota Komisi VI DPR Fraksi NasDem Rudi Hartono Bangun (dpr.go.id)

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono meminta meminta kepada pemerintah untuk mempersiapkan solusi konkret bagi masyarakat yang tidak memiliki smartphone atau telepon pintar dan tinggal di daerah yang tidak terjangkau internet.

Hal itu dilakukan usai pemerintah berencana menerapkan kebijakan pembelian minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindungi. 

"Kalau di desa kan masyarakat pra sejahtera kesulitan akses pakai PeduliLindungi, ada yang tidak punya HP, internet tidak ada. Pemerintah harus buat alternatif, jangan kaku, pemerintah harus punya solusi lain," kata Rudi dalam keterangannya, Rabu (29/6/2022). 

baca juga:

Politikus Partai NasDem itu mengatakan, salah satu solusi yang bisa dilakukan yakni menggunakan KTP, kartu program keluarga harapan (PKH), atau surat keterangan tidak mampu bila ingin membeli minyak goreng curah.

Meski demikian, Rudi mengaku mendukung kebijakan tersebut. Namun, menurutnya pemerintah harus memiliki solusi yang baik bagi masyarakat pra sejahtera yang tidak memiliki gawai.

Adapun, kata Rudi, rencana pemerintah menerapkan kebijakan membeli minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindungi belum disampaikan kepada Komisi VI DPR RI.

"Belum ada pembahasan rapat, kita belum ada raker (rapat kerja). Nanti kami minta untuk menjelaskan juga, karena ini kebijakan publik untuk masyarakat banyak," tandas Rudi.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bakal memulai transisi perubahan sistem penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR). Pemerintah pun akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Perubahan sistem ini dilakukan untuk membuat tata kelola distribusi MGCR menjadi lebih akuntabel dan bisa terpantau mulai dari produsen hingga konsumen. 

Pria yang kerap disebut LBP itu mengatakan bahwa nantinya setelah masa sosialisasi selesai, seluruh penjualan dan pembelian MGCR akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sementara masyarakat yang belum punya Peduli Lindungi masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK.  

Oleh karena itu, kata Luhut, pembelian MGCR di tingkat konsumen akan dibatasi maksimal 10 kilogram untuk satu NIK per harinya dan dijamin bisa diperoleh dengan harga eceran tertinggi, yakni Rp14 ribu per liter atau Rp15.500 per kilogram. []