News

Beli Jet Tempur dari AS, Militer Nigeria Bombardir Desa dan Bunuh Puluhan Warga Sipil

Kematian puluhan warga sipil ini terjadi 2 bulan setelah pemerintah AS memberikan 6 jet tempur A-29 Super Tucano kepada Nigeria.


Beli Jet Tempur dari AS, Militer Nigeria Bombardir Desa dan Bunuh Puluhan Warga Sipil
Serangan militer Nigeria di desa Daban Masara terjadi 2 bulan setelah mereka membeli jet tempur A-29 Super Tucano dari Amerika Serikat. (Foto: Middleeast in 24) ()

AKURAT.CO Angkatan Udara Nigeria membombardir sebuah desa di timur laut saat negara itu berperang selama 12 tahun melawan pemberontakan Islam. Akibatnya puluhan warga sipil tewas, menurut penduduk desa tersebut pada Selasa (28/9).

Dilansir dari Reuters, kematian ini terjadi 2 bulan setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan 6 jet tempur A-29 Super Tucano kepada Nigeria untuk membantu perangnya melawan militan Islam. Penjualan pesawat ini telah dikecam para kritikus, mengingat buruknya catatan militer Nigeria dalam membunuh warga sipil.

Dua pesawat membombardir pasar ikan di Desa Daban Masara pada Minggu (26/9), menurut seorang warga bernama Husaini. Ia mengaku kakinya terluka akibat serangan tersebut.

baca juga:

"Setidaknya 50 orang tewas seketika, termasuk teman saya yang baru menikah 3 pekan lalu," ungkapnya.

Penduduk lainnya yang enggan disebutkan namanya mengatakan penduduk setempat tetap menangkap ikan, meski ada larangan militer. Pasalnya, penjualan ikan tersebut dituduh untuk mendanai kelompok pemberontak ISIS Provinsi Afrika Barat.

Menurut keterangannya, mereka melihat mayat setidaknya 60 orang setelah serangan angkatan udara.

"Mereka adalah orang-orang yang tidak bersalah seperti kami yang menggantungkan hidup dari penangkapan ikan. Kesalahan mereka adalah menangkap ikan di daerah yang dilarang oleh aparat keamanan," keluhnya.

Sebuah laporan keamanan PBB yang ditinjau Reuters membenarkan serangan itu. Laporan ini menyebut 1 nelayan tewas dan 6 terluka.

Tidak jelas apakah pembantaian ini dapat memengaruhi pengiriman 6 A-29 Super Tucano lagi ke Nigeria. Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, AS saat itu setuju untuk menjual pesawat ke Nigeria pada tahun 2017.

Keputusan itu menghidupkan kembali kesepakatan yang dibekukan oleh pemerintahan Barack Obama setelah Angkatan Udara Nigeria membombardir sebuah kamp pengungsi. Kejadian itu menewaskan 170 warga sipil.[]