Ekonomi

Beli Barang Branded dengan Gaji Pas-pasan? Bisa Kok, Ini Tipsnya!

Sudah sewajarnya semua orang, baik pria maupun wanita ingin selalu tampil menawan.


Beli Barang Branded dengan Gaji Pas-pasan? Bisa Kok, Ini Tipsnya!
Pengunjung memadati penjualan pakaiann di salah satu pusat perbelanjaan di Plaza Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (17/5/2020). Pusat perbelanjaan tersebut mulai ramai didatangi warga jelang hari raya Idul Fitri dan tanpa memperhatikan protokol kesehatan yang sesuai dengan PSBB. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Sebagian besar orang memiliki hobi koleksi barang branded, mulai dari tas, sepatu, baju, bahkan hingga aksesoris.

Meski satu barangnya saja dibandrol dengan harga selangit, tapi Anda rela merogoh kocek hingga dalam tanpa memikirkan kondisi keuangan. 

Jika kondisi keuangan diabaikan hanya demi menyalurkan hobi koleksi barang branded, maka jangan heran bila keuangan akan buruk dan beberapa pos kebutuhan tidak tercukupi dengan baik.

Sudah sewajarnya semua orang, baik pria maupun wanita ingin selalu tampil menawan. Apalagi bila barang yang dipakai merupakan barang-barang dengan merek ternama.

Jadi tak heran jika banyak yang tergiur untuk membeli barang-barang branded seperti tas, dompet, baju dan jam tangan untuk mendukung penampilannya, termasuk juga kamu kan?

Tapi bagi yang penghasilannya pas-pasan, hal ini tentu menjadi dilema,  karena gaji yang diterima harus bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Namun, membeli barang branded  juga tak serta merta harus menguras isi tabungan atau dompet. Jika kamu cukup cerdas, kamu bisa berbelanja dengan hemat tanpa membuat isi tabungan atau dompet habis.

Berikut ini beberapa tips yang sudah dirangkum dari berbagai sumber dan bisa kamu terapkan.

1. Jual barang branded yang sudah tak terpakai

Jika kamu sudah memiliki barang-barang branded yang masih layak namun kamu merasa sudah bosan, kamu juga bisa mencoba untuk menjualnya lagi.

Pilih barang-barang Branded koleksimu yang sudah tak terpakai, kemudian coba jual di situs jual beli online atau menawarkan kepada teman-teman dekat.

Daripada terus menyimpannya tanpa dipakai, barang-barang seperti tas, sepatu, dan dompet bisa rusak.

Hasil penjualan barang-barang tersebut bisa dipakai sebagai dana tambahan untuk membeli barang yang baru.

2. Membuat target menabung

Cobalah untuk menabung sejak jauh-jauh hari. Jika kamu ingin membeli barang-barang fashion branded seperti tas, jam tangan, dompet dan sepatu, kamu bisa memulai menabung sedikit demi sedikit.

Cari tahu berapa harga barang yang kamu incar, dan jadikan angka tersebut sebagai target menabung dalam jangka waktu tertentu.

Maka dari itu, perlu kalkulasi antara gaji dan penghematan apa yang perlu dilakukan. Misalnya dengan trik menabung 1 juta per bulan hingga menggunakan fitur saver yang biasanya disediakan i-banking.

Dengan begitu, akan mudah mengatur tabungan dari perencanaanmu ini. Cukup jitu, bukan?

3. Menunggu adanya promosi

Cara selanjutnya yang bisa membantumu membeli barang branded tanpa harus menguras isi dompet adalah menunggu adanya promosi.

Manfaatkan fitur turn on notification, untuk mendapatkan notifikasi jika ada diskonans sewaktu-waktu. Tapi, kamu harus benar-benar standby.

4. Jastip ke teman yang ke luar negeri

Jika kebetulan punya teman yang suka traveling dan dia akan mengunjungi negara yang merilis barang incaranmu, coba saja untuk menanyakan soal jasa titip atau jastip.

Jika dia kebetulan lewat ke gerai barang kesayanganmu, minta dia untuk mencarikan yang kamu maksud.

Tentu saja kamu harus membayar down payment (DP). Setelah terbeli, kamu harus melunasi dan membayar biaya jasa titip yang dipatok oleh temanmu.

5. Manfaatkan bridge line

Salah satu tips menghemat biaya adalah membeli barang branded koleksi bridge line, yaitu turunan suatu designer brand tertentu dengan harga yang lebih murah.

Kualitasnya bisa dibilang hampir sama, akan tetapi sudah tentu barang bridge line lebih banyak diproduksi dan pasaran.

Contohnya: Relic by Fossil, Marc by Marc Jacobs, dan Miu-miu by Prada.[]