Ekonomi

Belanja Modal Capai Rp1.300 Triliun, Pertamina Bidik Pendanaan Lewat SWF

Belanja Modal Capai Rp1.300 Triliun, Pertamina Bidik Pendanaan Lewat SWF
Kantor Pusat PT Pertamina (Persero) di Jalan Medan Merdeka Timur 1A, Jakarta Pusat. (Dok. Istimewa/Pertamina)

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) merencanakan belanja modal perseroan mencapai US$92 miliar atau setara Rp1.334 triliun hingga 2024.

Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini mengatakan, sebagian dari kebutuhan belanja modal tersebut bakal memanfatkan skema investasi hingga pinjaman sebesar 38 persen. Salah satunya memanfaatkan pendanaan Sovereign Wealth Fund (SWF) melalui Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

"Kita harapkan dari sisi capital financing apakah dari bank, multilateral kemudian dari SWF dan juga SMI serta sumber lainnya," kata Emma di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

baca juga:

Emma mengatakan, setidaknya ada 17 proyek strategis yang bakal memperoleh pendanaan dari SWF dengan biasanya sekitar US$48,5 miliar atau Rp679,05 triliun.

"Untuk underlying project terbuka didanai Sovereign Wealth Fund (SWF) melalui Indonesia Investment Authority (INA). Kemudian jaminan dari Sarana Multi Infrastruktur (SMI), perbankan, hingga global bond," ucapnya.

Adapun beberapa proyek yang bakal memanfaatkan SWF yakni kilang bahan bakar minyak (BBM), baik kilang baru (Grass Root Refinery/GRR) maupun kilang ekspansi (Refinery Development Master Plan/ RDMP) dan kilang petrokimia.

Beberapa proyek lainnya yakni tangki BBM Indonesia Timur dan tanki LPG Indonesia Timur dengan nilai Rp1,48 triliun. Lalu, proyek pembangunan Jaringan Gas Kota (Jargas) dengan perkiraan investasi Rp29,2 triliun, gasifikasi batu bara di Tanjung Enim senilai US$2,1 miliar.

Selanjutnya, proyek kilang berbasis minyak sawit (bio refinery) antara lain Green Diesel RU IV Cilacap dan Green Refinery RU III Plaju dengan perkiraan nilai proyek US$1 miliar, dan proyek Katalis Merah Putih senilai Rp170 miliar.

Kemudian empat tambahan lagi proyek strategis antara lain proyek kilang olefin TPPI US$3,7 miliar, infrastruktur BBM dan LPG US$2 miliar, transmisi dan distribusi gas US$4 miliar, dan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik US$3,2 miliar. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu