Ekonomi

Belanja di Supermarket Itu Boros, Benarkah ?

Ingin menghemat, ujung-ujungnya malah over budget? Kondisi ini sering dialami saat belanja kebutuhan di supermarket.


Belanja di Supermarket Itu Boros, Benarkah ?
Calon konsumen berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/1). Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, penetrasi ekonomi digital dalam lima tahun terakhir dinilai langsung memberikan pengaruh terhadap sektor perdagangan dan ritel. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo/ama/18.)

AKURAT.CO Ingin menghemat, ujung-ujungnya malah over budget? Kondisi ini sering dialami saat belanja kebutuhan di supermarket. 

Budget yang awalnya cuma Rp 200 ribu, malah menjadi Rp250 ribu atau Rp 300 ribu , bahkan bisa lebih. Meskipun jumlahnya tidak signifikan, tapi dalam upaya mengelola keuangan hal ini perlu diperhatikan. Sekecil apapun nominalnya tentu akan mempengaruhi budget bulanan.  

Tahu tidak kenapa belanja di supermarket boros? Berikut beberapa alasan yang sering dianggap remeh. 

1. Harga telah marked-up

Sadar tidak kalau harga barang di supermarket lebih mahal daripada minimarket? Alasannya karena adanya mark up harga yang dilakukan oleh pengelola supermarket, sehingga jumlah uang yang keluar lebih besar daripada seharusnya.

Khusus untuk barang yang sering dibeli, sebaiknya hafalkan harganya antara di minimarket dan supermarket. Jika di supermarket lebih mahal, Anda bisa beli di minimarket saja di perjalanan pulang nanti supaya lebih hemat. 

2. Budget per produk berlebih

Mungkin Anda sudah buat budget untuk belanja, tapi budget yang dibuat sifatnya menyeluruh bukan detail. Ketika harga suatu barang mahal, Anda menjadi kurang peduli karena merasa budget yang dibawa masih cukup.

Budget yang tidak terperinci tentu akan menyulitkan Anda sewaktu berbelanja. Coba perhitungkan dengan baik sebelum pergi ke supermarket, sehingga belanja kali ini tidak over budget lagi seperti dulu.

Sumber: Cermati