News

Belanda Izinkan Pewaris Takhta Kerajaan Nikah Sesama Jenis, Tanpa Harus Kehilangan Gelar

Belanda adalah negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis pada tahun 2001.


Belanda Izinkan Pewaris Takhta Kerajaan Nikah Sesama Jenis, Tanpa Harus Kehilangan Gelar
Hingga saat ini, hanya 29 dari 195 negara di dunia yang melegalkan pernikahan sesama jenis (Justin Sullivan / Staff )

AKURAT.CO Aturan untuk anggota keluarga Kerajaan Belanda telah berubah menjadi lebih inklusif untuk para pewaris takhta berstatus LGBTQ.

Sebagaimana dilaporkan Reuters, Perdana Menteri Mark Rutte telah mengumumkan bahwa pewaris takhta kerajaan Belanda bisa menikahi seseorang dari jenis kelamin apa pun tanpa melepaskan haknya atas mahkota. 

"Pemerintah percaya bahwa ahli waris juga bisa menikahi orang yang berjenis kelamin sama." 

baca juga:

"Kabinet karena itu tidak melihat bahwa pewaris takhta atau Raja harus turun takhta jika dia ingin menikahi pasangan berjenis kelamin sama," tulis Rutte dalam sebuah surat kepada parlemen, menurut Washington Post.

Pengumuman dari Rutte itu muncul pada Selasa (12/10), setelah buku-buku yang diterbitkan belakangan ini mengulas soal aturan negara yang mengecualikan pernikahan pasangan kerajaan sesama jenis.

Putri Mahkota Catharina-Amalia, yang berusia 17 tahun, belum memberikan komentar apa pun tentang masalah ini, dan sedikit yang diketahui tentang kehidupan pribadinya. 

Namun, pengumuman Rutte itu memiliki arti bahwa ia diperbolehkan menikahi seseorang dengan jenis kelamin sama tanpa harus melepaskan takhta atau mahkotanya.

Belanda Izinkan Pewaris Takhta Kerajaan Menikah dengan Sesama Jenis Tanpa Harus Kehilangan Gelar - Foto 1
 Putri Mahkota Catharina-Amalia -Patrick Van Katwijk/Wire Images

Belanda adalah negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis pada tahun 2001, tetapi itu tidak berlaku untuk bangsawan. Namun, Rutte telah menegaskan bahwa waktu telah berubah sejak salah satu pendahulunya terakhir kali membahas masalah pernikahan sesama jenis pada tahun 2000 silam. 

Kendati demikian, Rutte juga mengakui bahwa ada satu masalah masih belum terpecahkan. Itu adalah bagaimana pernikahan sesama jenis akan memengaruhi suksesi anak-anak pasangan kerajaan nanti. Dan tidak masuk akal untuk mencoba memutuskan itu sekarang, kata Rutte.

"Itu sangat tergantung pada fakta dan keadaan untuk kasus-kasus tertentu. Ini seperti yang Anda bisa lihat tentang bagaimana hukum keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu," lanjut Rutte dalam suratnya.

Tidak seperti pernikahan warga awam, pernikahan kerajaan Belanda membutuhkan persetujuan Parlemen. Karenanya, sejumlah anggota keluarga kerajaan Belanda sampai menyerahkan tempat mereka dalam garis suksesi karena ingin menikahi seseorang yang tidak direstui Parlemen.

Sementara, ahli waris takhta di negara lain sering menyembunyikan seksualitas mereka karena takut dicopot dan tidak diakui. Namun, ini bukan berarti tidak ada anggota kerajaan yang berani untuk berterus terang dengan seksualitasnya.

Sepupu Ratu Elizabeth II, Lord Ivar Mountbatten, adalah salah satunya. Ia menjadi bangsawan pertama dalam sejarah Inggris yang menikahi pasangan sesama jenis pada 2018. Kemudian ada pula Pangeran Manvendra Singh Gohil, di mana ia menjadi bangsawan India pertama yang secara terbuka mengaku gay pada tahun 2006.[]