Rahmah

Belajar Sabar dari Urwah Bin Zubair RA, Tabiin yang Kakinya Diamputasi

Saat masih muda, Urwah bin Zubair tercatat beberapa kali mengikuti pertempuran bersama Rasulullah SAW, diantaranya adalah Perang Tabuk.


Belajar Sabar dari Urwah Bin Zubair RA, Tabiin yang Kakinya Diamputasi
Ilustrasi Sahabat Nabi (Rctiplus)

AKURAT.CO  Urwah bin Zubair RA memiliki seorang saudara bernama Abdullah bin Zubair. Ia lahir dari pasangan Zubair bin Awwam dan Asma binti Abu Bakar. Saat masih muda, Urwah bin Zubair tercatat beberapa kali mengikuti pertempuran bersama Rasulullah SAW, diantaranya adalah Perang Tabuk.

Pada masa tuanya, Urwah bin Zubair pernah mengalami kejadian kurang mengenakkan. Saat itu, salah satu kakinya mengalami luka yang cukup parah. Sedangkan para tabib menyuruh Urwah bin Zubair untuk segera mengamputasi kakinya tersebut karena besar kemungkinannya akan merusak anggota tubuh yang lain.

Pada saat itu, proses amputasi kakinya akan mengakibatkan rasa sakit yang sangat besar. Akhinya sang tabib menawarkan untuk memberinya minuman yang mengandung bius, kemudian tabib itu mendatangkan beberapa orang untuk memeganginya agar tidak bergerak. Akan tetapi, dengan jiwa yang dipenuhi keimanan serta kesabaran yang begitu besar, Urwah menolak tawaran itu dan berkata,

"Sudah cukup, kalian saja yang mengerjakan apa yang kalian kerjakan, aku tidak membutuhkan minuman atau orang-orang tersebut,".

Hingga tak lama setelah itu, proses amputasi mulai dikerjakan. Tukangnya mulai terbuka, minyak dididihkan, gergaji mulai digerakkan memotong tulang, dan obat-obatan sudah siap untuk ditaburkan. Proses demi proses telah berlangsung, namun Urwah bin Zubair tidak bergerak dan bergeming sedikitpun, begitu juga tidak terdengar ucapan keluhan dari mulutnya, kecuali kata ‘Hasbi, Hasbi’ yang artinya cukuplah bagiku, cukuplah bagiku rahmat Allah SWT.

Pada saat seseorang datang menjenguk kemudian memasuki ruangan proses pemotongan kaki Urwah bin Zubair, ia berkata, "Jika engkau menjengukku untuk kakiku ini, ia telah ku serahkan kepada Allah SWT,".

Akan tetapi orang yang menjenguknya itu berkata, "Aku tidak datang menjengukmu untuk kakimu itu, aku hanya membawakan kabar, bahwa anakmu jatuh dari tunggangannya hingga terinjak-injak, dan akhirnya meninggal."

Mendengar kabar tersebut, tidak ada reaksi kaget sedikitpun, ia hanya berucap dengan lirih, "Ya Allah, jika Engkau menguji, pasti Engkau akan memberi ampunan, namun jika engkau mengambil, pasti Engkau akan mengabadikannya,". []