Ekonomi

Belajar Pentingnya Legalitas dan Lisensi Berusaha dari Sukses Besar “Dua Coffee”

Bukan hanya menjalankan usaha sehari-hari, tapi juga dengan perizinan dan pencatatan yang well prepared (dipersiapkan sebaik-baiknya) sejak awal.


Belajar Pentingnya Legalitas dan Lisensi Berusaha dari Sukses Besar “Dua Coffee”
Dua Coffee (DOK/Instagram @DuaCoffee)

AKURAT.CO, Membangun dan mengembangkan sebuah bisnis, ternyata tak melulu terkait soal bagaimana menciptakan dan menjual suatu produk. Bisnis juga menyangkut perkara bagaimana mempersiapkan ekosistem, merealisasikan nilai-nilai, dan membangun komunitas yang menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis tersebut.

Salah satu bagian dari ekosistem bisnis dimaksud adalah masalah perizinan baik legalitas maupun lisensi untuk berusaha. “Kita bukan hanya menjalankan usaha sehari-hari, tapi juga dengan perizinan dan pencatatan yang well prepared (dipersiapkan sebaik-baiknya) sejak awal,” kata Bos Dua Coffee, Omar Karim pada sesi diskusi “Legalitas dan Lisensi Berusaha di Indonesia” yang ditanyangkan di kanal You Tube Tokopedia Seller, Sabtu (13/11/2021).

Omar mengisahkan pentingnya legalitas dan lisensi untuk usaha di balik kisah suksesnya mengembangkan coffee shop dengan bendera Dua Coffee. Selain Omar, sesi ini juga menghadirkan narasumber lain, Tina Talisa, Staf Khusus Menteri/Juru Bicara Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Bertindak sebagai moderator adalah presenter kawakan sekaligus Pemimpin Redaksi Kompas TV Rosianna M Silalahi. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari “Konferensi Maju Digital: Bangkitkan Usahamu Lewat Teknologi Digital”.

Belajar Pentingnya Legalitas dan Lisensi Berusaha dari Sukses Besar “Dua Coffee” - Foto 1
 (DOK/You Tube Tokopedia Seller)

Konferensi nasional UMKM lokal terbesar dan pertama dari Grup GoTo (Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial) ini menghadirkan sederet pembicara penuh inspirasi, mulai dari tokoh pemerintahan hingga pelaku usaha yang berhasil menjadi pemimpin di industrinya. Konferensi ini ditujukan untuk para pelaku UMKM dan dunia usaha lokal di seluruh Indonesia dengan topik-topik yang sangat menarik.

Kembali ke kisah sukses Dua Coffee, Omar menegaskan, meski usahanya saat itu masih terhitung sebagai UMKM dengan skala yang masih kecil, Dua Coffee sudah ditata dengan rapi, salah satunya terkait perizinan.

“Sebab, kita ke depan tidak tahu akan bertemu siapa dan akan mendapatkan kesempatan seperti apa. Oleh karena itu, pekerjaan sehari-hari dilakukan dengan penuh antusias seperti final dalam sepak bola,” ujarnya.

Untuk pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), kini mungkin tidak seribet yang dilakukan oleh Omar empat tahun silam. Hal itu kini dapat dilakukan dengan mudah. Sebab, Tokopedia memfasilitasi Mitra penjual di platformnya untuk membuat NIB melalui Online Single Submission alias OSS. Fasilitas itu disediakan melalui kerjasama Tokopedia dengan Kementerian Investasi/BKPM dan Kementerian Koperasi dan UKM.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM selama periode 4 Agustus hingga 28 September 2021, sebanyak 247.005 NIB telah diterbitkan melalui Sistem OSS Berbasis Risiko. Sebanyak 95,5% di antaranya didominasi oleh usaha mikro.

Aspek legalitas dan lisensi merupakan bagian dari kisah sukses Omar bersama partnernya Aldi di Dua Coffee yang didirikan pada 2016 di pojokan Cipete, Jakarta Selatan. Sebagai bukti sukses tersebut, tak tanggung-tanggung, Dua Coffee sudah membuka cabang di Amerika Serikat, tepatnya di Ibu Kota Paman Sam, Washington DC sejak 2019.

Di Tanah Air sekarang, Dua Coffee sudah memiliki tujuh cabang, mulai dari Cipete di Jakarta Selatan hingga Tasikmalaya di Jawa Barat.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama pelaku UMKM terkait pentingnya aspek legalitas dan lisensi dalam berusaha, menurut Omar, diperlukan edukasi dan sosialisasi yang lebih baik dari pemerintah agar perizinan tersebut tidak menyebabkan kerancuan bagi pelaku usaha, khususnya makanan dan minuman.

Aspek legalitas menjadi bagian penting dalam menguatkan tekad Omar dan Aldi membawa Dua Coffee dari Ibu Kota Indonesia (Jakarta) ke Ibu Kota Amerika Serikat (Washington DC), from capital city to capital city.

“Apa yang kita siapkan hari ini (termasuk perizinan) dengan sungguh-sungguh, akan mengantarkan kita ke mimpi yang lebih tinggi lagi,” ungkap Omar.

Pencatatan dan perizinan Dua Coffee disempurnakan dengan upaya membangun dan menggali nilai-nilai ketimuran. Ada keyakinan bahwa pada akhirnya semua kedai kopi di Indonesia memiliki kesempatan yang seragam, yaitu memiliki produk kopi. Sebab, produksi kopi Indonesia merupakan yang terbesar keempat di dunia.

Yang membedakan Indonesia dengan negara lain adalah keramah-tamahan (hospitality) ke-Timur-an. Nilai tersebut coba digali Dua Coffee sehingga menjadikan coffee shop ini sebagai rumah atau kantor kedua bagi banyak orang. Brand tersebut pada mulanya digaungkan di sekitar Cipete sehingga Dua Coffe berfungsi menjadi wadah bagi komunitas yang bisa berbagi apa saja. “Inilah yang menjadikan kita kuat. Ada kehangatan dan keramahtamahan,” ucap Omar tandas.

Dua Coffee diharapkan Omar dapat menjadi contoh bagi para pelaku UMKM untuk dapat menembus pasar internasional. Sebab, Dua juga yang berarti doa, secara harafiah atau harapan dan mimpi menjadi tempat bagi semua orang untuk dapat mewujudkan cita-citanya. Salah satu mimpi Omar dan Aldi adalah bisa membawa brand ini di sektor Food and Beverages (F&B) ke luar negeri.

“Di sini, kita juga ingin membawa pesan bahwa ternyata mimpi UMKM Indonesia bisa setinggi itu. Ke depan, semoga bisa lebih banyak cabang Dua Coffee dan lebih banyak lagi membantu orang,” tuturnya.

Tina Talisa, Staf Khusus Menteri/Juru Bicara Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan, investasi tidak mesti bernilai besar dan investor asing. Dalam perspektif pemerintah, investor adalah pihak yang menanamkan modalnya untuk menciptakan lapangan kerja, berapapun skalanya.

“Ibu-ibu di Tokopedia seller atau orang-orang yang menjual makanan melalui GoFood yang melibatkan 2-3 orang, mereka juga adalah investor dan pencipta lapangan kerja,” ujarnya.

Menurut Tina, dari 131 juta angkatan kerja, 120 juta di antaranya diserap oleh UMKM bukan oleh usaha besar. UMKM juga terbukti paling kuat dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk pandemi. Oleh karena itu, pemerintah memberikan dorongan, perlindungan, dan penguatan kepada UMKM karena kontribusinya yang sedemikian besar itu melalui PP No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Sebagai perwujudannya adalah OSS yang sudah ada sejak 2018. Jika orang per orang memiliki identitas berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK), jenis usaha memiliki identitas berupa NIB. Dengan NIB, tidak diperlukan lagi Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

“Sebab, NIB berlaku bukan hanya sebagai identitas tapi juga legalitas,” timpal Tina.

Dia menegaskan, NIB merupapakan perizinan usaha berbasis risiko yang dibagi ke dalam empat kelompok: risiko rendah, menengah rendah, menengah tinggi, dan risiko tinggi.

“Semakin rendah risikonya, maka semakin mudah dan semakin cepat perizinan berusahanya,” ucapnya tandas. Risiko rendah dan menengah rendah, selesai di sistem OSS karena hanya membutuhkan NIB, tak perlu yang lain-lain lagi,” papar dia.

Untuk risiko menengah rendah, membutuhkan NIB dan sertifikat standar tapi semuanya sudah tersedia di sistem OSS hingga terbit. “Yang perlu verifikasi atau persetujuan dari Kementerian atau Lembaga, atau Pemda sesuai kewenangannya hanya untuk usaha yang memiliki risiko menengah tinggi, dan risiko tinggi,” ungkap Tina.

Data di OSS membuktikan, kata dia, 90% pendaftar NIB merupakan pendaftar dengan risiko menengah dan risiko rendah. Per Sabtu, 13 November 2021, hampir 400 ribu NIB diterbitkan sejak diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 9 Agustus 2021.

“Setiap, hari, kita menerbitkan NIB hampir 5 ribu. Pernah dalam puncaknya, kita menerbitkan 13 ribu NIB. Dengan pendekatan digital, NIB bisa diproses kapan saja dan di mana saja,” pungkas Tina. []