Lifestyle

Belajar dari Rafathar Soal Mengenalkan dan Mengajarkan Anak Soal Uang

Rafathar selalu menolak saat diberi uang. Sebenarnya, anak usia balita memang tidak perlu memegang uang sendiri.


Belajar dari Rafathar Soal Mengenalkan dan Mengajarkan Anak Soal Uang
Rafathar baru pertama kali makan lele dan doyan. (Unggahan RANS ENTERTAINMENT)

AKURAT.CO, Putra Raffi Ahmad dan Nagita Slavina lagi-lagi sukses mencuri perhatian warganet. Kali ini, warganet kagum dengan reaksi Rafathar setiap diberi uang. Ya, bocah berusi lima tahun itu selalu menolak setiap diberi uang. 

Hal tersebut diketahui melalui Instagram Baim Wong. Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram, Baim terlihat memberikan uang kepada Rafathar, namun Rafathar langsung menolaknya. Ia mengaku tak suka uang, dan lebih memilih diberi mainan. 

"Hanya ada satu orang di dunia kalau dikasih uang, ini Aa (Rafathar)," kata Baim Wong sambil memberikan uang kepada Rafathar.

"Nggak mau. Aa nggak suka uang. Aa sukanya mainan," jawab Rafathar.

Terlepas apapun alasan Rafathar menolak pemberian Baim, Mom mungkin bertanya-tanya, kapankah waktu yang tepat untuk mengenalkan uang kepada anak. Bolehkah membiarkan anak memegang uang di usia balita?

Tidak ada aturan mutlak tentang kapan harus mulai memperkenalkan atau memberikan uang kepada anak. Anak-anak mungkin siap untuk mencoba mengelola uang saku jika mereka sudah dapat memahami bahwa uang dibutuhkan untuk membeli kebutuhan dan barang penting. Selain itu, uang juga harus dihemat dan tidak dihabiskan begitu saja. 

Melansir dari cheatsheet.com, orangtua boleh mengenalkan uang pada anak yang sudah berumur antara tiga sampai lima tahun. Tak perlu memberikan dan meminta Si Kecil menyimpan sendiri, Mom bisa mengajak Si Kecil bermain yang melibatkan transaksi keuangan, seperti pasar-pasaran atau permainan apapun yang melibatkan transaksi dengan uang. 

Pada usia ini pula, Mom bisa mengajarkan bahwa uang tidak dihasilkan begitu saja. Anak akan mulai memahami pentingnya bekerja untuk mendapatkan uang. Ini akan mengajarkan anak untuk tidak seenaknya meminta uang untuk membeli apapun yang diinginkannya.

Ya, hal senada pun diucapkan oleh psikolog anak dan keluarga, Indri Savitri, Psi, M.Psi. Melansir dari motherandbaby.co.id, Indri menjelaskan jika balita sebenarnya belum paham dengan konsep uang jajan yang diberikan dengan alasan untuk belajar mengatur keuangan sendiri sejak dini. Anak balita cenderung akan menghabiskan uang yang mereka pegang untuk memenuhi segala keinginannya. Kondisi ini bisa membuat anak menjadi boros, bahkan menganggu pola makannya karena terbiasa jajan. Oleh sebab itu, balita tidak perlu untuk memegang uang sendiri. Mom hanya mengenalkan hal-hal dasar saja tentang uang. 

Namun, Mom juga perlu berhati-hati saat mengenalkan anak tentang uang di usia dini.  Sebuah penelitian yang dilakukan oleh The University of Minnesota dan University of Illinois menemukan bahwa uang ternyata bisa membuat anak berumur tiga tahun, yang belum paham tentang mengenai uang, menjadi lebih egois. 

Pada usia enam hingga sembilan tahun, Mom sudah bisa mulai memberikannya izin memegang uang jajan dan menabung uang. Pada kesempatan ini, Mom pun bisa mulai mengajarkan anak tentang nilai-nilai uang dan berapa nilai yang dikeluarkan dalam membeli suatu barang. Ini berguna agar anak lebih menghargai lagi setiap uang yang mereka miliki.

Seiring bertambahnya usia anak, Mom pun mulai mengajarkannya hal-hal yang lebih kompleks tentang uang. 

Mengenalkan uang merupakan salah satu hal yang sering diremehkan oleh orang tua dalam pengajaran anaknya. Namun, faktanya orang tua perlu memberikan perhatian ekstra untuk mengajarkan dan mengenalkan arti uang pada anaknya.[]