Lifestyle

Belajar dari Pandemi Covid-19, Bali Mulai Mengembangkan Health Tourism

Dengan mengembangkan industri kesehatan, wisatawan yang datang ke Bali akan semakin beragam. Bukan hanya untuk wisata alam dan budaya tapi juga kesehatan. 

Belajar dari Pandemi Covid-19, Bali Mulai Mengembangkan Health Tourism
Bali - Belajar dari pandemi Covid-19, Bali mulai mengembangkan Health Tourism (Freepik/tawatchai07)

AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi di Bali nyaris lumpuh selama pandemi Covid-10. Pasalnya, selama ini Bali bergantung pada sektor pariwisata sehingga saat ada pembatasan perjalanan, Bali kesulitan untuk bertahan. 

Belajar dari kondisi ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Sadikin pun mendorong Bali untuk mengembangkan industri kesehatan dengan layanan kelas dunia. Dengan begitu, wisatawan yang datang ke Bali akan semakin beragam. Bukan hanya untuk wisata alam dan budaya tapi juga kesehatan alias health tourism

''Kita berupaya menggeser layanan tourism ke medis. Dengan pelayanan hotelier yang selama ini sudah ada, harusnya Bali bisa membangun industri kesehatan baru," kata Menkes Budi dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Senin (11/7/2022). 

baca juga:

Langkah awal dalam pengembangan industri kesehatan di Bali dilakukan dengan membangun gedung yang memadai. Pada Jumat (8/7/2022) kemarin, Menkes menghadiri acara peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Gedung Aesthetic Center, RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. Gedung baru tersebut ditargetkan selesai dibangun akhir tahun 2022. 

"Ini bisa menjadi awal bagi industri kesehatan untuk menjadi industri kesehatan dunia sama seperti sektor pariwisata,'' ujarnya. 

Lebih lanjut, Menkes Budi berharap industri kesehatan di Bali bisa sebaik dan mendunia seperti sektor pariwisatanya.  Namun hal ini tentu membawa perubahan yang sangat besar dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), layanan medis dan alat kesehatan.

''Di Bali, SDM untuk industri pariwisata sangat luar biasa, langkah selanjutnya adalah membangun SDM di Industri kesehatan seperti SDM di industri pariwisata. Karena kita juga butuh dokter, ahli lab, perawat yang hebat-hebat,'' tutur Menkes Budi.

Kebutuhan ini diharapkan bisa dipenuhi dari berbagai fakultas maupun kampus kesehatan yang ada di Bali, menjalin kerja sama dengan mitra internasional seperti Mayo Clinic dan R&D.

Sementara, peralatan medis juga dapat dilengkapi dengan baik. Salah satiunya adalah dengan menempatkan satu alat genome sequensing di Universitas Udayana sehingga sampel tidak perlu lagi dikirim ke laboratorium di luar Bali.

Setelah industri kesehatan berkembang dan Bali menjadi destinasi wisata kesehatan dunia, Menkes berharap kunjungan wisatawan mancanegara kian meningkat.[]