Lifestyle

Belajar dari Aprilio Manganang! Ini Alasan Jadi Bucin dan Cara Mencegahnya

Perubahan kimia dalam otak ini menyebabkan kamu meninginkan lebih dari orang tersebut, terkadang sampai batas yang ekstrem.


Belajar dari Aprilio Manganang! Ini Alasan Jadi Bucin dan Cara Mencegahnya
Aprilio Manganang (YOUTUBE/Deddy Corbuzier)

AKURAT.CO Aprilio Perkasa Manganang belum lama ini mengungkapkan pengalaman cintanya saat masih berstatus sebagai perempuan di podcast Close The Door milik Deddy Corbuzier. Mantan pevoli tim nasional (Timnas) Indonesia itu menceritakan bahwa dirinya pernah kehilangan rumah lantaran pernah menjadi budak cinta (bucin).

“Waktu status gua masih menjadi cewek, gua ada cewek. Akan tetapi, gua ngerasa hidup gua dimanfaatin. Gua dimanfaatin secara finansial, Sampai gua kehilangan rumah saking gua bucin, tapi ya gua nggak bisa menuntut balik, gue ikhlasin aja lah. Mungkin gue harus lebih berhati-hati lagi jadi lak-laki," jelas Aprilio.

Aprilio tentu bukan satu-satunya orang yang pernah menjadi budak cinta. Fenomena ini mungkin akan membuat kamu bertanya-tanya, mengapa seseorang bisa menjadi "bodoh" saat berurusan dengan cinta? 

Saat cinta menyerang, itu dapat menyebabkan kamu bertindak berbeda dan, dalam banyak kasus, benar-benar konyol.

"Ketika orang jatuh cinta, mereka mengalami lonjakan hormon dan neurotransmiter yang membuat mereka merasa baik," kata Dr. Marni Feuerman, seorang psikoterapis berlisensi, dikutip AKURAT.CO pada Rabu (8/12/2021). 

" Reaksi kimia seperti itu mengesampingkan pemikiran logis dan rasional kami yang dapat membuat kamu melakukan hal-hal yang mungkin tidak akan pernah dilakukan," imbuhnya. 

Melansir Insider, perubahan kimia dalam otak ini menyebabkan kamu meninginkan lebih dari orang tersebut, terkadang sampai batas yang ekstrem. Ini bahkan bisa mengurangi fungsi kognitif. 

"Perasaan jatuh cinta menghabiskan banyak ruang mental dan bahkan mengurangi fungsi kognitif kita - setidaknya untuk sementara. Ini tentu saja tidak baik untuk wawasan atau penilaian kita," katanya.

Dr. Feuerman sendiri telah melihat contoh orang-orang yang menoleransi perilaku buruk dari pasangannya atas nama cinta. Misalnya, menemukan tanda-tanda kecurangan yang jelas tetapi memercayai cerita konyol atau alasan yang dilontarkan oleh penipu.

"Saya juga melihat orang-orang ditipu demi uang. Satu-satunya alasan untuk khawatir adalah jika perilaku itu merusak atau dimanipulasi, " jelas Dr. Feuerman.

Intinya, jatuh cinta bukanlah hal yang buruk, tapi selalu ada hal-hal yang patut diwaspadai. Untuk menghindari "kebodohan" dalam hubungan, kamu perlu menjaga teman baik dan keluarga tetap dekat. Pada akhirnya, meraka akan memberikan umpan balik tentang hubungan asmara kamu.

"Jika mereka berpikir kamu konyol atau bodoh dengan cinta, mundurlah selangkah untuk merenungkan apa yang mereka katakan alih-alih melompat untuk membela. Orang-orang ini tidak berada di bawah mantra cinta seperti kamu," tegasnya.