News

Bela KSAD Dudung, Ferdinand Hutahaean: Memang Tuhan Bukan Orang Arab! 

Eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyatakan setuju dengan KSAD Dudung Abdulrachman terkait pernyataannya Tuhan bukan orang Arab.


Bela KSAD Dudung, Ferdinand Hutahaean: Memang Tuhan Bukan Orang Arab! 
Ferdinand Hutahaean, Politisi Demokrat, memberi keterangan terkait ketidak hadiran Sandiaga Uno dalam debat kedua. Ia menyebut, dari pada cuma jadi penonton, tentu akan lebih baik jika Sandi saat ini berada di tengah-tengah masyarakat bawah. (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO, Eks politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean setuju dengan KSAD Jenderal Dudung Abdulrachman terkait pernyataannya 'Tuhan bukan orang Arab sehingga berdoa tidak harus menggunakan Bahasa Arab'.

"Memang Tuhan bukan orang Arab!! Saya setuju dan sependapat dengan KASAD,” kata Ferdinand dikutip dari akun Twitter @FerdinandHaean3, Kamis (2/12/2021).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Tuhan adalah Maha Segalanya, Tuhan menciptakan banyak suku dan banyak bangsa.

“Serta banyak bahasa yang semua dimengerti oleh Tuhan. Berdoa bahasa apa saja pasti Tuhan memahami karena Tuhan yang ciptakan semua bahasa,” katanya.

Sebelumnya, Jenderal Dudung Abdurrachman mengaku berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan saat dirinya menjadi bintang tamu di “Deddy Corbuzier Podcast” yang tayang YouTube pada Selasa, 30 November 2021.

"Saya kalau berdoa pakai bahasa Indonesia. Tuhan kita bukan orang Arab. Saya (berdoa) pakai bahasa Indonesia, ya Tuhan ya Allah SWT saya ingin membantu orang, saya ingin menolong orang itu saja doanya, itu saja," kata Dudung di Podcast Deddy Corbuzier yang tayang di kanal YouTube pada Selasa, 30 November 2021.

Pernyataan Dudung itu mendapat kritikan dari tokoh Nahdlatul Ulama, Umar Syadat Hasibuan atau Gus Umar. Gus Umar menyebut pernyataan Dudung keliru, sebab Tuhan bukanlah manusia.

“Kutipan berita di bawah ‘ya Tuhan pakai bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab’. Ya Allah pak dudung Tuhan itu bukan manusia. Astagfirullah.,” tulis Gus Umar pada laman Twitter pribadinya @umarhasibuan75_. []