News

Bela Anies, Geisz Chalifah: KPK Tak Boleh Paksakan Sesuatu yang Tidak Ada Dasarnya

Bela Anies, Geisz Chalifah: KPK Tak Boleh Paksakan Sesuatu yang Tidak Ada Dasarnya
Balap mobil Formula E akan diadakan di Jakarta 2020 mendatang (Motosports.com)

AKURAT.CO, Geiz Chalifah mengungkap ada upaya KPK mengkriminalisasi Anies Baswedan. Hal itu berdasarkan laporandi Majalah tempo menulis laporan terkait dengan ada pemupakatan jahat Ketua KPK kriminalisasi Anies Baswedan. 

Dalam Laporan tersebut diungkap bahwa Ketua KPK mendesak Satgas Penyidik KPK untuk meningkatkan status Anies menjadi tersangka sebelum ada partai politik yang mendeklrasikan Anies sebagai Capres 2024. Kendati demikian Penyidik menolak menaikkan kasus Formula E naik ke tingkat penyidikan lantaran tidak memiliki bukti permulaan yang cukup.

Menanggapi hal itu, Komisaris PT Ancol Geisz Chalifah mengatakan pihaknya akan membela Anies Baswedan jika ada ancaman untuk mengkriminalisasi Gubernur DKI Jakarta itu dengan tidak sesuai aturan hukum yang berlaku. 

baca juga:

"Skandal itu terkuak, TEMPO membuka dengan terang-terangan tanpa plastk bahasa. Lalu #SaveAniesBaswedan melesat. Para BuzzerRp GEMB*L dikerahkan bikin tagar lain yang  mayoritasnya akun bodong. Kaum otak dikit hidupnya sengsara, apapun mereka lakukan yang penting dapat goban. DASAR GEMB*L!!!" kata Geisz dikutip dari twitter @Geisz Chalifah, Selasa (4/10/2022).

Lebih lanjut, Geiz menyinggung para buzzer yang selama ini menurut dia aktif membully serta mendesak KPK untuk mentersangkakan Anies. Namun sampai saat ini, KPK menyatakan belum cukup bukti untuk menaikkan kasus Formula E ke tahap penyidikan. 

Geisz juga menyentil Ketua KPK agar tidak memaksakan kehendak dalam menyelidiki suatu kasus yang tidak memiliki cukup bukti untuk dinaikkan ke tahap penyidikan. 

"Meskipun punya garis komando kepada penyidik, Ketua KPK tidak boleh memaksakan sesuatu yang tidak ada dasarnya," pungkas dia.

Dikonfirmasi terpisah Wakil Ketua KPK mengatakan kendati saat ini Anies sudah dideklarasikan sebagai Calon Presiden 2024 oleh Partai NasDem. Namun penyelidikan terhadap kasus dugaan rasuah Formula E dipastikan akan tetap terus berjalan. Lembaga antirasuah memastikan bakal mengusut dugaan korupsi itu hingga tuntas.

"Saya pastikan proses penyelidikan akan terus berlanjut sampai ditemukan titik terang apakah itu perkara pidana atau sebatas pelanggaran administrasi atau mungkin perdata," tegasnya. []