Olahraga

Bekal Tambahan Tim Indonesia Jelang Piala Sudirman dan Piala Thomas-Uber

Salah satu persiapan non-teknis yang dilakukan adalah dengan menggelar diskusi bersama dengan tim medis, ahli gizi, dan psikolog PBSI.


Bekal Tambahan Tim Indonesia Jelang Piala Sudirman dan Piala Thomas-Uber
Kepala Tim Medis Pelatnas PBSI, Prof. Dr. Nicolaas C. Budhiparama (Dok PBSI)

AKURAT.CO, Jelang tampil di tiga kejuaraan beregu bulutangkis yang akan berlangsung akhir bulan September hingga Oktober nanti, tim bulu tangkis Indonesia terus mempersiapkan diri.

Selain mematangkan segi teknik dan fisik, skuad Merah Putih juga terus membenahi sisi non-teknis dengan harapan dapat tampil maksimal di ajang Piala Sudirman di Finlandia (26 September - 3 Oktober) dan Piala Thomas-Uber di Denmark (9-17 Oktober).

Salah satu persiapan non-teknis yang dilakukan tim adalah dengan menggelar diskusi antara pemain, pelatih, dan tim pendukung bersama dengan tim medis, ahli gizi, dan psikolog PBSI.

Acara yang diinisiasi oleh Kasubid Pengembangan Sport Science PP PBSI, Iwan Hermawan tersebut dimaksudkan agar persiapan Hendra Setiawan dan kolega menuju tiga kejuaraan beregu tersebut bisa benar-benar lebih siap.

Hadir sebagai pembicara adalah Kepala Tim Medis Pelatnas PBSI, Prof. Dr. Nicolaas C. Budhiparama, Sp.OT, FICS dan dr. Grace Joselini C, MMRS., Sp.KO.

Lalu dokter gizi, dr. Vetinly, Sp.GK dan dr. Paulina Toding, Sp.GK, serta tim psikolog, Endro Wibowo, S.Psi., Sustrani, S.Psi., dan Leony Desliawati N, M.Si., Psi.

Menurut dr. Nicolaas, dengan mengusung target besar untuk bisa juara, selama persiapan, atlet-atlet Tim Merah-Putih jangan sampai cedera. Pelatihan yang dijalani atlet harus disusun dan direncanakan dengan baik oleh para pelatih.

“Ini yang harus dijaga. Di sini komunikasi atlet dan pelatih perlu terbuka. Kalau ada yang cedera, tolong segera disampaikan agar lebih cepat ditangani,” tutur Nicolaas.

“Tentu kita tidak ingin karena dibebani target juara, atletnya malah cidera. Jadi selama persiapan harus dijaga betul jangan sampai atlet cidera.”

Sementara dr. Ventinly dan dr. Paulina memberikan pengarahan seputar gizi olahraga dan pengaturan suplemen bagi atlet. Bagaimana pentingnya mempersiapkan nutrisi kepada pemain selama persiapan, saat bertanding, dan setelah pertandingan usai.

“Menyangkut asupan nutrisi, para pemain harus memperhatikan sejak awal ketika masih berlatih di Pelatnas Cipayung. Selain itu, asupan nutrisi juga harus seimbang sesuai kebutuhan masing-masing atlet,” tutur dr. Ventinly.

Sedangkan tim psikolog memaparkan soal aspek psikologis dalam menghadapi pertandingan atau kejuaraan di Piala Sudirman, Thomas dan Uber.

Karena ketiga ajang ini merupakan kejuaraan beregu, maka semua pemain dalam tim harus memiliki visi dan misi yang sama untuk memboyong piala bergengsi tersebut ke Tanah Air.