Olahraga

Bek Slavia Praha Diskors 10 Laga karena Ujaran Rasial

Kamara tidak puas dengan hukuman sepuluh laga atas Kudela, karena hukuman tersebut merupakan sanksi minimal untuk serangan rasial.


Bek Slavia Praha Diskors 10 Laga karena Ujaran Rasial
Bek Slavia Praha, Ondrej Kudela (kanan) terlihat terlibat pertikaian dengan pemain Glasgow Rangers, Glen Kamara pada laga Liga Europa 2020-2021 di Glasgow, Skotlandia, 18 Maret 2021 (SKYSPORTS.COM)

AKURAT.CO, Bek Slavia Praha, Ondrej Kudela, harus menerima hukuman larangan bermain sebanyak sepuluh laga setelah dinyatakan bersalah karena melontarkan ucapan bernada rasial ke pemain Glasgow Rangers, Glen Kamara.

The Guardian menyebut bahwa sanksi dari Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) ini merupakan imbas dari insiden yang terjadi dalam pertandingan Liga Europa di Stadion Ibrox di Glasgow, Skotlandia, 18 Maret 2021 silam. Selepas pertandingan, Kudela sudah menerima sanksi larangan bertanding satu laga.

Dalam peristiwa tersebut, Kamara tampak marah ketika Kudela membisikkan sesuatu kepadanya. Selepas peristiwa tersebut, Kudela menolak tuduhan melakukan tindakan bernada rasisme.

Namun demikian, UEFA juga menjatuhkan sanksi terhadap Kamara. Pesepakbola asal Finlandia berusia 25 tahun tersebut harus absen dalam tiga laga karena menyerang Kudela di lorong menuju ruang ganti setelah pertandingan.

Sanksi terhadap Kudela juga berdampak pada partisipasi sang pemain di Tim Nasional Republik Ceko. Pemain dengan posisi bek tengah tersebut berpeluang absen membela Ceko di Piala Eropa yang akan berlangsung Juni mendatang.

Sementara itu, Kamara sendiri hanya dilarang bermain di kompetisi antar klub yang berarti sang pemain bisa membela Finlandia di Piala Eropa. 

Pengacara Kamara, Aamer Anwar, merasa tidak puas dengan hukuman sepuluh pertandingan terhadap Kudela karena hukuman tersebut merupakan sanksi minimal untuk serangan rasial. Menurut Anwar, sanksi tersebut justru mengejek klaim bahwa UEFA ingin menghentikan rasisme secara serius.

Hal lain yang muncul dalam kasus ini adalah cara Kudela berbicara terhadap Kamara. Dalam insiden tersebut, pemain berusia 34 tahun tersebut menutup mulutnya dan tindakan tersebut dianggap tidak pantas.

Salah satu yang bersuara adalah mantan pemain Tim Nasional Belanda, Clarence Seedorf. Menurut pelatih yang pernah membela AC Milan semasa menjadi pemain itu Kudela hanya diizinkan berbicara dengan menutup mulut terhadap pelatih, rekan setim, atau orang yang berada di dalam timnya.

“Jika saya ingin (menutup mulut saya) ketika berbicara terhadap pelatih saya atau rekan setimnya, tidak apa-apa, tetapi ketika saya mendekati wasit atau pemain (tim) lain di cabang olahraga apapun, Anda tidak diizinkan menutup mulut Anda, itu harus disanksi, kartu kuning,” ucap Seedorf

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu