News

Bejat! Perempuan 19 Tahun di India Ini Dipenggal Adik dan Ibu Kandungnya karena Kawin Lari

Korban dihabisi saat sedang hamil 2 bulan, menurut keterangan suaminya.


Bejat! Perempuan 19 Tahun di India Ini Dipenggal Adik dan Ibu Kandungnya karena Kawin Lari
Ilustrasi wanita India korban pembunuhan. (India.com)

AKURAT.CO, Seorang remaja di India telah ditangkap karena tega memenggal kepala kakak perempuannya yang berusia 19 tahun. Ibunya diduga ikut membantu aksi pelaku dengan memegangi kaki korban.

Dilansir dari CNN, korban diketahui menikah tanpa restu orang tuanya. Menurut suaminya, ia sedang hamil 2 bulan saat dihabisi keluarganya sendiri.

Insiden ini terjadi pada Minggu (5/12) di Vaijapur, Maharashtra. Baik korban maupun tersangka tak diungkapkan namanya secara blak-blakan oleh polisi.

"Korban melawan keinginan orang tuanya dan menikah 5 bulan lalu. Mereka menikah di pengadilan. Sejak itu, ia tinggal bersama suaminya dan tak lagi berkontak dengan keluarganya," ungkap Kailash Prajapati, seorang pejabat senior kepolisian di Vaijapur.

Ibu dan adik lelaki korban datang ke rumahnya pada Minggu (5/12). Korban lantas mempersilakan mereka masuk untuk minum teh.

"Saat itulah adik lelakinya mengambil sabit dan menyabetnya 4 kali, kemudian memenggal kepalanya. Mereka lantas mengambil kepala itu dan menaruhnya di halaman rumah, sementara tubuhnya ditinggalkan di dalam. Sang ibu memegangi kakinya selama insiden itu dan sama-sama terlibat," tambahnya.

Saat itu, suami korban sebenarnya juga berada di rumah. Ia tidak bekerja karena sedang tidak enak badan. Peristiwa tragis itu pun terjadi saat ia sedang tidur. Sang suami sontak terbangun mendengar keributan tersebut.

"Terdakwa juga menyerangnya, tetapi ia berhasil melarikan diri," sambung Prajapati.

Ibu dan anak itu lantas datang sendiri ke kantor polisi dan mengakui pembunuhan itu. Polisi kemudian meluncurkan penyelidikan usai mendatangi lokasi kejadian dan menemukan tubuh dan kepala korban.

"Anak lelaki itu masih di bawah umur menurut akta kelahirannya. Ia telah dikirim ke panti remaja, sedangkan ibunya ditahan," tutur Prajapati.

Keduanya belum didakwa secara resmi, tetapi laporan polisi mencantumkan dakwaan pembunuhan terhadap keduanya sambil menunggu penyelidikan. Polisi masih menunggu hasil postmortem untuk memastikan apakah korban sedang hamil.

Kejadian ini sesuai dengan pola pembunuhan demi kehormatan. Aksi ini seringkali dimanfaatkan sebagai pembenaran untuk membunuh seorang wanita atau anak perempuan oleh anggota keluarganya sendiri dengan dalih korban membawa aib bagi keluarga.

India melaporkan 23 aksi 'pembunuhan demi kehormatan' pada tahun 2020, menurut data dari Biro Catatan Kejahatan Nasional negara itu. []