News

Beijing Bakal Senasib dengan Shanghai, 13 Ribu Warga Negatif Covid Dipaksa ke Hotel Karantina

Ribuan warga Shanghai yang negatif Covid-19 bahkan dipaksa pindah ke hotel karantina karena ada segelintir infeksi di lingkungan mereka.


Beijing Bakal Senasib dengan Shanghai, 13 Ribu Warga Negatif Covid Dipaksa ke Hotel Karantina
Lebih dari 1.300 warga Beijing, China, telah terinfeksi Covid-19 sejak akhir April. (AFP)

AKURAT.CO Beijing mulai menerapkan tindakan yang lebih ekstrem, serupa dengan Shanghai, untuk mengendalikan Covid-19. Ribuan warga yang negatif Covid-19 bahkan dipaksa pindah ke hotel karantina karena ada segelintir infeksi di lingkungan mereka.

Dilansir dari AFP, Beijing tengah berjuang melawan wabah terburuknya sejak pandemi dimulai. Varian Omicron telah menginfeksi lebih dari 1.300 sejak akhir April. Akibatnya, restoran kota, sekolah, dan objek wisata ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Strategi 'nol Covid' ini juga mencakup penutupan perbatasan yang ketat, karantina yang panjang, tes massal, dan lockdown mendadak dan tepat sasaran.

Lebih dari 13 ribu warga kompleks perumahan Nanxinyuan pun dipindahkan ke hotel karantina pada Jumat (20/5) malam. Pasalnya, 26 infeksi baru ditemukan dalam beberapa hari terakhir, menurut pemberitahuan pemerintah yang diunggah di media sosial.

baca juga:

"Para ahli telah menentukan bahwa semua penduduk Nanxinyuan menjalani karantina terpusat mulai 21 Mei tengah malam selama 7 hari. Tolong kerja samanya. Jika tidak, Anda akan menanggung konsekuensi hukum yang sesuai," kata otoritas distrik Chaoyang.

Foto-foto media sosial menunjukkan ratusan warga dengan koper mengantre malam-malam untuk naik angkutan yang diparkir di luar kompleks.

"Beberapa dari kami telah dikurung selama 28 hari sejak 23 April. Kami semua dinyatakan negatif. Banyak tetangga saya sudah tua atau punya anak kecil. Pemindahan ini benar-benaar membuat kami merasa seperti berada di medan perang," tulis seorang warga bernama Liu Guangyu melalui Weibo pada Sabtu (21/5).

Warganet Weibo pun sontak khawatir otoritas Beijing bakal menerapkan pendekatan serupa seperti Shanghai, di mana penduduknya menderita karena lockdown berbulan-bulan menyebabkan banyak orang tak bisa mengakses makanan dan perawatan medis. Tagar Weibo 'Semua penduduk kompleks Nanxinyuan diseret ke karantina' diblokir pada Sabtu (21/5).

"Ini sama persis dengan Shanghai. Langkah pertama, air dan listrik dimatikan, lalu kunci diminta, kemudian disinfeksi rumah. Peralatan listrik, perabotan kayu, pakaian, makanan, smeuanya sudah selesai," komentar seorang warganet.

Selain itu, otoritas Beijing pada Sabtu (21/5), memperlebar protokol kerja dari rumah ke satu distrik lagi, sehari setelah sebagian besar layanan bus umum dan kereta bawah tanah dihentikan.[]