Ekonomi

BEI Ingin Perusahaan Pertambangan dan Asuransi Lepas Saham Melalui IPO


BEI Ingin Perusahaan Pertambangan dan Asuransi Lepas Saham Melalui IPO
Gedung BEI (Foto: Kompas.com)

Jakarta, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengharapkan perusahaan pertambangan dan asuransi asing melepas sebagian sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO).

"Beberapa perusahaan terutama yang dimandatorikan pemerintah seperti pertambangan dan asuransi asing kami harap bisa IPO," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Jakarta, Selasa (10/1).

Ia menyampaikan bahwa dalam Undang-Undang Asuransian, kepemilikan asing akan dibatasi dalam persentase saham. Perusahaan asuransi asing itu bisa melepas ke investor lokal atau "go public".

"Dalam UU Asuransi 2014, mereka diberi waktu hingga 2019 untuk mendivestasikan kepemilikannya, tidak boleh lebih dari 80 persen. Kami sudah undang perusahaan-perusahaan sektor itu, dan sedang bersiap-siap," katanya.

Samsul Hidayat mengatakan bahwa terdapat sekitar 18 perusahaan asuransi asing. Perusahaan-perusahaan itu mengaku masih mengkaji mekanisme pelaksanaannya.

Sementara perusahaan tambang, lanjut dia, juga telah mendapat dorongan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah agar perusahaan tambang asing yang mengelola sumber daya alam Indonesia untuk melepas sebagian sahamnya.

Dalam rangka menambah jumlah emiten di BEI, lanjut Samsul Hidayat, pihaknya juga fokus mendorong perusahaan di sektor atau industri lainnya untuk mencari pendanaan ekspansi melalui pasar modal.

"Kita sebenarnya fokus ke beberapa jenis industri yang kita perkirakan merencanakan IPO, tahun 2016 lalu sudah banyak perusahaan yang mendatangi kita untuk merencanakan IPO," katanya.

Ia menilai bahwa salah satu hal yang menjadi pertimbangan perusahaan untuk melakukan IPO diantaranya kondisi pasar modal, internal perusahaan, kemudian konversi dari perusahaan keluarga menjadi perusahaan publik yang tentu membutuhkan diskusi panjang.

"Sebagian besar yang sudah berniat pada tahun lalu diharapkan bisa merealsiasikan IPO di 2017 ini," katanya.

Menurut Samsul Hidayat, tahun ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan IPO mengingat fundamental ekonomi Indonesia masih cukup positif. Tahun ini pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu