Rahmah

Begini yang Dilakukan Nabi dan Para Sahabatnya saat Menghadapi Wabah

Apa yang dilakukan Rasulullah dan sahabatnya patut menjadi teladan dalam menghadapi pandemi


Begini yang Dilakukan Nabi dan Para Sahabatnya saat Menghadapi Wabah
Gambar Virus Corona

AKURAT.CO Wabah bukanlah perkara baru yang menimpa manusia di dunia. Sejak 14 abad yang lalu ketika masa Rasulullah dan sahabatnya masih hidup juga pernah terserang wabah. Mereka melakukan mitigasi-mitigasi agar tidak ikut terkena penyakit.

Rasulullah sendiri misalnya, melakukan hal-hal yang perlu kitabteladani dalam menghadapi wabah. Rasulullah SAW sebagaimana pada riwayat Bukhari, memerintahkan masyarakat untuk menahan diri rumah masing-masing di tengah penyebaran wabah pada berikut ini:

  عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ ؟ فَأَخْبَرَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ

  Artinya: “Dari Siti Aisyah RA, ia berkata, ‘Ia bertanya kepada Rasulullah SAW perihal tha‘un, lalu Rasulullah SAW memberitahukanku, ‘Zaman dulu tha’un adalah azab yang dikirimkan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Tiada seseorang yang sedang tertimpa tha’un, kemudian menahan diri di rumahnya dengan bersabar serta mengharapkan ridha ilahi seraya menyadari bahwa tha’un tidak akan mengenainya selain karena telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid,’’” (HR Ahmad).

Dari penjelasan di atas yang dilakukan Nabi saat terjadi pandemi adalah tidak keluar rumah. Dalam konteks sekarang adalah tidak banyak keluar rumah yang dapat menimbulkan kerumunan. Demikian sudah diajarkan Rasulullah secara langsung.

 Dalam hadits yang lain para sahabat Nabi juga memberi teladan,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ أَنَّ عُمَرَ خَرَجَ إِلَى الشَّامِ فَلَمَّا جَاءَ سَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّامِ فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ فَرَجَعَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ مِنْ سَرْغَ

 

Artinya: “Dari Abdullah bin Amir bin Rabi‘ah, Umar bin Khattab RA menempuh perjalanan menuju Syam. Ketika sampai di Sargh, Umar mendapat kabar bahwa wabah sedang menimpa wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf mengatakan kepada Umar bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Bila kamu mendengar wabah di suatu daerah, maka kalian jangan memasukinya. Tetapi jika wabah terjadi wabah di daerah kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.’ Lalu Umar bin Khattab berbalik arah meninggalkan Sargh,” (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam konteks masa kini, apa yang dilakukan sahabat Nabi di atas adalah melakukan lockdown, manusia tidak banyak keluar melakukan aktivitas yang sangat berpotensi menimbulkan wabah. Jika di suatu daerah penularannya tinggi maka orang di luar hendaknya tidak mendekati. Sebaliknya orang yang berada di dalamnya tidak boleh keluar darinya. Itulah yang dilakukan Nabi dan sahabatnya dalam menghadapi wabah, seperti virus Corona. Wallahu A’lam.[]

Sumber: NU Online