News

Begini Upaya Pemprov DKI Antisipasi Musim Banjir

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mulai mengguyur Ibukota beberapa hari belakangan membuat pemerintah DKI bersiap diri.


Begini Upaya Pemprov DKI Antisipasi Musim Banjir
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat tiba di Gedung Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/11/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mulai mengguyur Jakarta membuat pemerintah DKI bersiap diri. Peringatan akan terjadinya banjir disikapi dengan memperkuat antisipasi sehingga dampak buruk bisa dihindari. 

Wakil Gubernur DKI A. Riza Patria mengatakan pihaknya telah membicarakan antisipasi banjir di DKI tahun ini. Semua resources milik Pemda DKI dikerahkan untuk mengendalikan dampak banjir terhadap masyarakat. 

"Ya sudah dirapatkan beberapa hari yang lalu. Pak Gubernur langsung memimpin. Kita pastikan sumber daya yang kami miliki, SDM, peralatan, semua akan kita fungsikan semaksimal mungkin, kita belajar dari tahun ke tahun sebelumnya tentang antsipasi pencegahan penanganan pengendalian banjir termasuk rehabilitasi," katanya, Rabu (15/9/2021). 

Dia menjelaskan, seluruh sektor utama dan pendukung telah disiapkan untuk mengantisipasi datangnya banjir yang mungkin saja akan menerjang pemukiman warga khususnya warga yang tinggal di bantaran kali. 

"Semua sektor mulai dari pengerukan, gerebek lumpur, polder pompa, waduk, setu, semua kita kerahkan. Alat-alat kita kerahkan. Kita bagi dua shift, pagi dan malam. Kita Libatkan semua instansi terkait, tidak hanya SDA, tapi semua jajaran Pemprov terlibat aktif," ujarnya. 

Dari kesiapsiagaan petugas mengantisipasi datangnya banjir, Ariza menekankan peran serta masyarakat tetap yang utama. Masyarakat harus patuh dan disiplin untuk meminimalkan dampak yang mungkin timbul akibat banjir. 

"Yang paling penting masyarakat harus patuh, disiplin, waspada, apalagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, di sekitar daerah-daerah di titik yang tergenang air," ungkapnya. 

Diketahui, DKI Jakarta menjadi satu dari empat provinsi yang ditetapkan berstatus siaga. Status siaga mulai berlaku 13 hingga 15 September 2021.

Penetapan status tersebut seiring prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang adanya potensi banjir dan banjir bandang yang akan datang akibat tingginya curah hujan dan potensial mengakibatkan bencana hidrometeorologi. Adapun tiga provinsi lainnya yang juga berstatus siaga adalah Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.[]