News

Begini Protes Keras HNW Soal Mustafa Kemal Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta

HNW protes keras terkait rencana mengganti salah satu nama jalan di Jakarta menjadi nama  tokoh Turki, Mustafa Kemal Ataturk.


Begini Protes Keras HNW Soal Mustafa Kemal Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta
Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid atau HNW di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2020). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid atau HNW protes keras terkait rencana mengganti salah satu nama jalan di Jakarta menjadi nama  tokoh Turki, Mustafa Kemal Ataturk. HNW mendorong pemerintah mengkaji ulang rencana itu.

"Usulan tokoh sekuler Turki Kemal Pasha Ataturk untuk jadi nama jalan di Jakarta, hendaknya dikaji ulang," tegas HNW sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @hnurwahid, Senin (18/10/2021).

Meski begitu, HNW tidak mempermasalahkan nama pahlawan Indonesia, Soekarno dijadikan nama jalan di Ankara. Hal itu merupakan hak pemerintah Turki.

"Boleh saja memberikan nama jalan Soekarno di Ankara, tapi berlakulah seperti Maroko, di sana ada Jalan Soekarno, tanpa minta nama jalan Raja Maroko di Jakarta," tandasnya.

Sebelumnya, usulan mengganti nama jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat dengan nama Mustafa Kemal Ataturk menuai penolakan banyak pihak, salah satunya Ustadz Hilmi Firdausi. Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Qur'an Assa'adah itu menyebut rencana pemberian perlu dikaji ulang lantaran Ataturk dinilai sebagai tokoh sekuler yang kerap merugikan Islam.

"Saya menolak nama tokoh sekuler ini dijadikan nama jalan di Jakarta," tulis Ustadz Hilmi melalui akun Twitter @Hilmi28, Senin (18/10/2021).

Ustadz Hilmi menyebut penggunaan Ataturk sebagai nama jalan dapat melukai perasaan umat. Sebab, Ataturk adalah tokoh sekuler yang sangat dibenci umat Islam.

Selain seorang diktator, Ataturk menjalankan banyak agenda sekulerisasi saat memimpin Turki, mulai dari mengubah masjid menjadi museum, menutup sekolah-sekolah agama, mengganti adzan dengan bahasa Turki, hingga melarang penggunaan jilbab bagi wanita muslim.

"Tidak adakah tokoh lain? Mohon hargai perasaan umat Islam," cuit dia lagi.

Usulan pemberitan nama jalan Ataturk di kawasan Menteng sebelumnya disampaikan Duta Besar RI di Ankara, Muhammad Iqbal. Pemberian nama jalan disebut sebagai kesepakatan antara pemerintah kedua negara.[]