Rahmah

Begini Penjelasan Kiamat dan Dajjal Menurut Rasulullah


Begini Penjelasan Kiamat dan Dajjal Menurut Rasulullah
Ilustrasi (VideoHive)

AKURAT.CO, Salah satu rukun iman dalam Islam adalah iman kepada hari akhir atau kiamat. Dalam Islam mengenal dua kiamat, yakni kiamat sugra atau kecil dan kiamat kubra. Kiamat sugra ini diartikan sebagai kiamat kecil dan hanya menghancurkan sebagian dari dunia, misalnya bencana alam. Sementara kiamat kubra mengakibatkan berakhirnya kehidupan makhluk hidup di dunia.

Dalam Al-Qur’an surah Al-A’raf ayat 187, “Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Sementara itu, sebuah riwayat dari Huzaifah bin Asid Al-Ghifari menjelaskan bahwa Rasulullah pernah menyebutkan tanda-tanda kiamat.

“Datang kepada kami Rasulullah saw dan kami pada waktu itu sedang berbincang.” Lalu beliau bertanya, “Apa yang kamu perbincangkan?” Kami menjawab, “Kami sedang berbincang tentang hari kiamat.”

Kemudian, Rasulullah bersabda, “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya. Asap, Dajjal, binatang besar, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat, dan ketiga di Semenanjung Arab, yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia ke Padang Mahsyar mereka.” (HR Muslim)

Dalam riwayat Abu Dawud, Rasulullah menjelaskan bagaimana ciri fisik dajjal sebagai salah satu tanda kiamat. Beliau menjelaskan bahwa dajjal merupakan seorang laki-laki berperawakan pendek dengan rambut keriting dan matanya buta sebelah, ia mengaku sebagai Tuhan dan membuat umat manusia ‘kebingungan’.

Dilansir dari NU Online, dalam Hayatush Shahabah, Rasulullah memberikan pidato mengenai dajal.

Dajjal akan muncul dari sebuah daerah yang sepi antara Suriah dan Irak, dan akan membuat keributan di seluruh penjuru dunia.

Selain itu, dajjal juga memiliki kata ‘kafir’ di antara kedua bola matanya. Kata tersebut bisa dibaca oleh orang yang beriman, sehingga Rasulullah menganjurkan umatnya untuk meludahi wajah dajjal jika menjumpainya dan membacakan awal surah Al-Kahfi.

Rasulullah juga menjelaskan bahwa dajjal akan melewati sebuah desa yang penduduknya akan mengimaninya, sehingga desa tersebut subur dan sejahtera. Berbeda dengan penduduk desa yang mengingkarinya, dajjal akan mengutuknya dan membuat desa tersebut hancur.

Hari-hari dajjal disebutkan ada 40 hari, satu hari seperti satu tahun, satu hari lagi seperti satu bulan, satu hari lagi seperti sepekan, dan hari-hari berikutnya seperti hari biasa. Hari terakhir adalah seperti fatamorgana.

Itulah penjelasan Rasulullah tentang hari kiamat dan dajjal. Semoga kita termasuk orang-orang yang terhindar dari fitnah dajjal.[]