Rahmah

Begini Nasihat Nabi saat Terjadi Bencana dan Musibah

Begini Nasihat Nabi saat Terjadi Bencana dan Musibah
Ilustrasi - Bencana Alam (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Manusia dituntut untuk bersabar saat menghadapi musibah dan atau bencana. Jangan sampai bencana membuat seseorang stress sehingga memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Sebagai sesama Muslim, kita dianjurkan juga untuk menghibur saudara kita sedang yang terkena musibah. Seperti halnya teladan Rasulullah SAW yang memberi kabar yang membuat hati menjadi lega. Sehingga mampu menerima ketentuan yang Allah SWT tentukan kepada mereka yang sedang terkena musibah.

Seperti dilansir dari NU Online, dalam kitab Sunan at-Tirmidzi disebutkan sebuah hadits yang berbunyi:

baca juga:

عن عائِشَةَ قالتْ قالَ رسولُ الله ﷺ لا يُصِيبُ المُؤمِنَ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا إلاّ رَفَعَهُ الله بِهَا دَرَجَةً وَحَطّ عَنْهُ بها خَطِيئَةً 

Dari 'Aisyah, Ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang mukmin terkena duri atau yang lebih menyakitkan darinya kecuali Allah mengangkatnya satu derajat dan menghapus darinya satu kesalahan." (HR. Tirmidzi)

Keterangan Hadits di atas terdapat dalam bab “pahala bagi orang yang sakit,”. Akan tetapi, jika melihat redaksinya, kita dapat mengaitkan hadits dengan siapa pun yang terkena musibah. 

Ketika Rasulullah SAW mengibaratkan dengan terkena duri, bagaimana juga dengan masyarakat yang terkena bencana gempa, gunung meletus, tsunami dan lain-lain. 

Begitu juga dalam Shahih al-Bukhâri disebutkan: 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya." (HR. Bukhari).

Dengan demikian, dalam Hadits kedua tersebut, Rasulullah SAW memberikan sebuah busyrâ atau kabar gembira, yaitu bukan hanya kepada mereka yang terkena musibah secara fisik saja. Melainkan kepada mereka yang tersayat hatinya.

Juga ketika melihat sanak keluarga yang terkena bencana, para kepala keluarga yang khawatir akan keselamatan keluarga yang rumahnya roboh, masyarakat yang dirundung kesedihan melihat barang-barang di rumahnya hancur sebab bencana, mereka yang lelah mencari ke sana-sini korban bencana yang merupakan keluarganya, dan lain-lain efek dari bencana alam yang menimpanya. Atas semua itu bagi kita yang selamat untuk memberikan rasa gembira dengan apapun caranya. Semoga kita bisa meneladani pesan-pesan Rasulullah SAW yang mulia ini. Amin .[]