Ekonomi

Begini Nasib Nasabah Jiwasraya Pemegang Polis Saving Plan yang Tolak Restrukturisasi

Begini Nasib Nasabah Jiwasraya Pemegang Polis Saving Plan yang Tolak Restrukturisasi
Tampak suasana kantor pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Kementrian BUMN mengkawatirkan Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya direalisasikan akan membuat investor takut menanamkan modalnya. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Tim Percepatan Restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memaparkan risiko bagi nasabah yang menolak skema restrukturisasi polis yang ditawarkan pemerintah dalam upaya penyelamatan seluruh polis.

Anggota Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya untuk Program Jangka Panjang R. Mahelan Prabantarikso menyadari dalam menawarkan restrukturisasi kepada pemegang polis, perseroan melihat akan ada tiga kemungkinan yang terjadi.

Pertama, yakni nasabah yang menyetujui restrukturisasi. Kedua, nasabah yang tidak menyetujui restrukturisasi; dan ketiga, nasabah yang tidak mengambil keputusan apakah setuju atau tidak terhadap tawaran restrukturisasi.

baca juga:

Oleh karena itu ia menjelaskan apabila ada nasabah yang tidak setuju atau tidak merespons restrukturisasi, maka polis mereka akan tetap berada di Jiwasraya sebagai piutang bersama aset dan liabilitas yang tidak bersih.

"Nasabah-nasabah semacam ini (menolak dan tidak merespons) maka akan ditinggal di Jiwasraya. Tadi disampaikan di Jiwasraya ini sendiri nanti rencananya dari sisi izin akan dikembalikan kepada OJK. Dari sini, nanti tergantung pemegang saham," ujarnya dalam media briefing yang digelar secara virtual, Rabu (23/12/2020).

Mahslan menambahkan ketika Jiwasraya dilikuidasi, maka nasabah yang menolak atau tidak merespons terhadap restrukturisasi akan tinggal di Jiwasraya dengan aset yang tidak bersih tadi. Namun ia tidak membeberkan berapa lama proses likudiasi tersebut.

"Kapan waktunya dikembalikan? Nanti, akan kami sampaikan setelah melalui proses likuidasi maka semua menjadi utang piutang dan akan dikembalikan sejumlah aset yang unclean dan unclear bila terjual atau likuidasi oleh kurator dan lembaga yang akan melakukan likuidasi," lanjutnya.

Adapun sebagai informasi, aset Jiwasraya yang belum jelas posisinya (unclean dan unclear) tersebut totalnya sebesar Rp3 triliun. Sehingga perseroan harus terlebih dulu mengurus status aset tersebut sebelum melakukan likuidasi.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Keuangan sekaligus Anggota Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya untuk Program Jangka Pendek Farid A. Nasution, menjelaskan jika Jiwasraya dilikuidasi, nasabah diperkirakan tidak akan mendapatkan pengembalian polis secara penuh.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu