News

Begini Nasib Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar yang Hajar Anak Buah

Perbuatan AKBP Syaiful Anwar menghajar anak buahnya merupakan pelanggaran etik dan harus diproses


Begini Nasib Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar yang Hajar Anak Buah
Tangkapan layar video penganiayaan yang diduga dilakukan Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar terhadap anak buahnya ()

AKURAT.CO, Selain dicopot dari jabatan sebagai Kapolres Nunukan, AKBP Sayiful Anwar bakal diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalimantan Utara. Hal itu menyusul tindakan Sayiful yang telah menghajar anak buahnya di acara baksos Akabri 1999 Peduli.

Perbuatan Syaiful terekam kamera dan videonya viral di media sosial. Video berdurasi 43 detik itu memperlihatkan dia menghajar anak buahnya di sebuah ruangan.

"Atas viralnya video Kapolres Nunukan memukul anggotanya, Kapolda Kaltara memerintahkan Kabid Propam untuk melakukan pemeriksaan awal, kemudian Karo SDM akan menerbitkan SKEP nonaktif kepada Kapolres Nunukan," kata Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmad, Senin (2/10). 

Perbuatan AKBP Syaiful Anwar menghajar anak buahnya itu merupakan pelanggaran etik dan harus diproses. Jika dalam pemeriksaan nanti ditemukan kasus hukum maka akan diproses lebih lanjut.

Peristiwa pemukulan tersebut terjadi di Aula Mapolres Nunukan pada Kamis (21/10). Korban yakni Brigadir Sony Limbong yang bertugas di bidang Teknologi Informasi.

Peristiwa penganiayaan bermula ketika AKBP Syaiful Anwar kesal karena tidak ada gambar dirinya yang muncul saat zoom meeting dengan Mabes Polri dalam kegiatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB).

Usai kejadian ini, Syaiful melakukan evaluasi dengan memutasi Sony Limbong dari satuan kerja Teknologi Informasi ke Banit Samapta Polsek yang letak Polseknya berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Namun kemudian, mutasi tersebut dibatalkan oleh Kapolda.

"Nah TR itu perintah Pak Kapolda suruh dibatalkan, dianggap batal karena perintah Kapolda," kata Budi Rachmad.

Karena Brigda Sony batal dipindahtugaskan, AKBP Syaiful memuncak amarahnya hingga bertindak kalap. Adapun video rekaman pemukulan yang beredar disebarkan oleh korban ke Whatsapp Grup bintara dan letting.

"Rekaman video tersebut diviralkan oleh SL yang dipukul Kapolres, dikirim ke grup TIK Polda Kaltara dan grup letting bintara," demikian kata Kombes Budi Rachmad.[]