News

Begini Nasib 3 Polisi yang Berstatus Terlapor Kasus Penembakan 4 Laskar FPI

Begini Nasib 3 Polisi yang Berstatus Terlapor Kasus Penembakan 4 Laskar FPI
Tim Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah mobil yang digunakan oleh polisi dan laskar Front Pembela Islam saat insiden Tol Jakarta-Cikampek di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/12/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, tiga anggota Kepolisian Polda Metro Jaya yang berstatus terlapor kasus dugaan unlawful killing (pembunuhan di luar proses hukum) atas penembakan empat laskar FPI dibebastugaskan sementara.

"Sementara (tiga anggota polisi) tidak melaksanakan tugas ya," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (5/3/2021).

Meski demikian, ketiga terlapor masih berstatus sebagai anggota Polri. Kini ketiganya menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum dan penyidik Divisi Profesi dan Pengamanan.

baca juga:

"Sementara ini masih dilakukan proses oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) serta tentunya oleh Dittipidum," ujar Ramadhan. 

Masih kata Ramadhan, pemeriksaan ketiga terlapor sebagai langkah menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM. 

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan sudah ada calon tersangka dalam kasus penembakan laskar FPI. 

"Masih dalam proses, dugaan tersangka sudah ada," kata Agus saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, (4/3).

Sebelumnya, tiga anggota polisi yang membawa empat eks laskar Front Pembela Islam (FPI) terlibat bentrok di dalam mobil saat perjalanan ke Polda Metro Jaya. Keempat orang itu disebut melakukan perlawanan yang mengancam jiwa petugas.   

Namun, tindakan polisi tidak dibenarkan Komnas HAM. Sebab, polisi tidak berupaya untuk mencegah semakin banyaknya jatuh korban jiwa atas insiden pembuntutan rombongan Rizieq.  

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut ada dugaan unlawful killing oleh aparat kepolisian terhadap empat pengikut Rizieq. Pihaknya meminta kasus dugaan pelanggaran HAM itu diproses hingga ke persidangan.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu