Rahmah

Begini Kekocakan Abu Nawas Memberi Solusi Potongan Hukuman Tahanan Raja

"Kalau menurut saya begini saja, masalah ini bisa diselesaikan dengan konsep persamaan,” kata Abu Nawas enteng.


Begini Kekocakan Abu Nawas Memberi Solusi Potongan Hukuman Tahanan Raja
Ilustrasi Abu Nawas dan kawan-kawannya (pinterest.com)

AKURAT.CO Bukan Abu Nawas kalau tidak memiliki otak yang cerdik. Pantas saja dalam kisah-kisah yang dituturkan, ia dikenal sebagai pemberi solusi atas apa yang dirisaukan oleh raja dalam hidupnya, baik soal dirinya, keluarga, bahkan masalah kerajaan itu sendiri.

Abu Nawas juga dikenal sebagai sosok penyair yang cerdas dan banyak akal. Tak jarang dirinya sering diperintahkan Baginda Raja Harun Ar-Rasyid untuk menjawab sesuatu yang sulit. Karena kecerdasan itulah Abu Nawas selalu dapat menjawabnya dengan mudah.

Ia memiliki banyak sahabat, salah satu sahabat Abu Nawas ialah bernama Daras. Satu hari ia bercerita, seminggu yang lalu, Raja memberi keringanan berupa potongan hukuman bagi para tahanan di penjara. Para tahanan itu merasa senang karena diberi potongan berupa setengah dari masa hukuman yang harus dijalani tiap tahanan tersebut.

baca juga:

Jadi untuk tahanan yang dihukum 10 tahun tinggal menjalani hukuman 5 tahun saja. Kemudian jika seorang tahanan dihukum 20 tahun, maka hanya mendapat 10 tahun saja.

"Terus masalahnya apa?" tanya Abu Nawas kepada Daras sambil melahap makanan yang dari tadi ingin disantap.

"Jadi masalahnya begini, karena ada tahanan yang dihukum seumur hidup (sampai sang tahanan tersebut meninggal), artinya kan harus ditentukan berapa lama sisanya ia akan dihukum? Padahal tak ada yang tahu kapan seseorang itu meninggal. Karena tak ada yang tahu berapa lama umur seseorang itu,” kata Daras.

"Oh itu... Hmmm.. Berat juga masalahnya ya. Tapi, beri saya waktu sepuluh menit saja, saya habiskan dulu ya makanan saya," ucap Abu Nawas sambil melahap sisa makanan di piringnya.

Setelah makanan itu habis, wajah Abu Nawas tampak ceria. Hal ini menunjukkan bahwa dirinya telah menemukan pemecahan masalah tersebut.

"Kalau menurut saya begini saja, masalah ini bisa diselesaikan dengan konsep persamaan,” kata Abu Nawas enteng.