Lifestyle

Begini Kebiasaan Warga Lokal Jepang Makan Sushi, Jangan Sembarangan Pakai Wasabi

Warga lokal jepang mempunyai kebiasaan dalam menyantap Sushi. Bahkan kebiasaannya berbeda dengan warga Indonesia terutama dalma penggunaan wasabi


Begini Kebiasaan Warga Lokal Jepang Makan Sushi, Jangan Sembarangan Pakai Wasabi
Potret sajian makanan khas dari Jepang, yakni sushi. (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Sushi adalah makanan khas dari Jepang yang mendunia. Sushi sudah ada sejak abad ke-10.

Ini yang membuat warga lokal Jepang mempunyai kebiasaan tertentu dalam menyantap kuliner ini. Bahkan, salah satu kebiasaan warga Indonesia dalam menyantap sushi, tidak disarnakan oleh warga lokal Jepang.

Berikut beberapa kebiasan warga lokal Jepang makan susi di warung sushi lokal yang wajib kamu ketahui, terutama buat kamu yang ingin mengunjungi Jepang dalam waktu dekat. 

Pakai tangan

Banyak orang asing yang menyangka warga lokal Jepang menyantap sushi menggunakan sumpit, padahal mereka menyantap sushi menggunakan tangan. 

Oleh karena itu, tiap warung sushi lokal Jepang memberikan handuk tangan atau o-shibori, personal untuk mengelap jari tangan sebelum makan dan di sela makan.

Bahkan, Koki Sushi sekaligus Pemilik Warung Sushi Sawada, Koji Sawada, menuturkan bahwa dirinya tidak ingin sushi buatanya diambil dengan sumpit.

"Menggunakan tangan adalah yang terbaik," ujar Sawada seperti dikutip dari CNN, pada Sabtu, (18/9).

Memang selama ini makan sushi dengan tangan atau sumpit masih jadi perdebatan warga lokal Jepang. Namun, ada beberapa warga lokal Jepang yang sudah makan sushi menggunakan sumpit dengan alasan kebersihan. 

Sementara itu, menurut Instruktur Kuliner Jepang, Yumi Sone, dia menyarankan memakan sushi menggunakan sumpit karena elegan, meski memakai sumpit bisa menyulitkan saat mecelupkan sushi secara terbalik pada kecap atau mirin.

Celup pada bagian ikan

Kebanyakan koki sushi mengharapkan pelanggannya mencelupkan sushi pada kecap yang disebut murasak sebelum disantap. Namun, ada beberapa warga lokal yang langsung menyantap sushi segera tanpa menyelupkan ke kecap atau mirin terlebih dahulu.

Sawadan juga menyarankan bahwa sushi harus celupkan pada murasaki, dan bagian sushi yang dicelupkan adalah bagian ikannya. 

Alasannya, karena kalau dicelupkan di bagian nasi maka nasi bakal pecah sehingga pulen nasi sushi akan hilang. Kemudian, nasi bakal terlalu banyak menyerap kecap sehingga merusak keseimbangan rasa.

Berbeda saat kecap menyentuh ikan. Sebab, lidah akan menyentuh ikan terlebih dahulu. Ini akan menciptakan 'ledakan' rasa.

Hati-hati dalam mengonsumsi wasabi

Di samping mirin dan murasaki, warung sushi lokal juga menyediakan pasta berwarna hijau yang disebut wasabi.

Wasabi memberikan rasa pedas campur pahit yang nikmat. Biasanya, koki sushi menambahkan wasabi di samping sushi atau di atas nasi sushi. Namun, kamu bisa meminta agar sushi tidak diberi wasabi dengan mengatakan 'Wasabi nashi kudasai'.

Jika kamu suka pedas dan  menginginkan wasabi lebih banyak, sebaiknya hati-hati karena wasabi akan menutup rasa asli ikan.

Sementara itu, cara mencampurkan kecap dengan wasabi sebagai celupan sushi yang merupakan kebiasaan warga Indonesia, tidak umum dilakukan saat menyantap sushi bagi warga lokal Jepang. 

Sebab bagi warga lokal Jepang, campuran kecap atau mirin dan wasabi digunakan untuk menyantap menu sashimi.[]