Lifestyle

Begini Cara Terapkan Ngemil yang Baik untuk Anak


Begini Cara Terapkan Ngemil yang Baik untuk Anak
Ayah dan anak (IRISHEXAMINER.COM)

AKURAT.CO, Umumnya anak-anak sangat suka ngemil apalagi jajan. Dan pastinya mereka belum memahami bagaimana camilan yang sesuai kebutuhan atau sekedar memenuhi hasrat keinginan.

Peran orangtua sangat diperlukan untuk membentuk pola ngemil yang baik pada anak. Karena hal ini akan terus terbawa hingga ia dewasa, termasuk segala dampak dari kegiatan ngemil tersebut.

Bahkan tanpa disadari, orangtua itu sendiri yang membentuk pola ngemil yang buruk pada anak. Seringkali hal-hal buruk tersebut tertutupi oleh rasa kasihan, sayang atau bahagia saat melihat anak sedang makan. Padahal, orangtua seharusnya menyadari dampak dari apa yang diberikannya pada anak.

Ditemui dalam kegiatan Snack Talk, Kamis (14/12), AKURAT.CO merangkum tips dari Tara de Thouars ahli psikologi klinis tentang cara menerapkan ngemil yang baik untuk anak. Berikut beberapa tipsnya.

Tanyakan kebutuhan camilan anak

Antara orangtua dan anak harus terjalin komunikasi yang baik, termasuk urusan perut. Orangtua harus menanyakan kepada anak tentang camilan apa yang dia butuhkan. Tak hanya itu, diskusikan kembali camilan yang menjadi pilihannya sehingga dia terbiasa untuk mempertimbangkan kebutuhan dirinya.

Menjadi contoh

Anak merupakan modeling dari orangtua. Jika kita hanya memintanya mengkonsumsi camilan yang baik namun tidak memberikan contoh, tentu tidak akan berpengaruh apa-apa. Berikan anak contoh dan ajak dia itu mengkonsumsi camilan sehat. Sesekali beri tahu apa bagaimana cara cermat mengkonsumsi camilan tersebut.

Jangan terlalu sering jadikan camilan sebagai hadiah

Seringkali orangtua tidak sadar menanamkan dalam pikiran anak atau parahnya, tak bermaksud demikian, menjadikan camilan sebagai reward atau hadiah. Misalnya ketika orangtua melihat ia belajar, lalu membawakan camilan kesukaannya. Ini anak menjadikan kebiasaan buruk baginya.

“Anak itu akan menangkap ‘oh kalo stres nih aku harus dapet yang manis-manis’. Tetapi kalo itu sesekali, gapapa. Tapi kalo itu jadi habit anak itu, akan masuk ke dalam bawah sadarnya. By the time dia stress dikit yang dicari langsung camilan. Jangan sampe jadi habit yang merugikan anak itu sendiri,” tuturnya.

Perhatikan kebutuhan anak

Anak-anak memang membutuhkan kalori yang lebih karena mereka memang lebih banyak aktif secara fisik. Tapi ini bukan berarti memberikan apa saja makanan untuk menunjang energinya. 

“Biasanya anak-anak kebutuhannya memang lebih banyak karena anak kan masih aktif, sehingga kalorinya lebih banyak daripada orangtua. Yang cocok seperti apa, berapa kalorinya, itu sebaiknya didiskusikan dengan ahli gizi,” jelasnya.

Arahkan ke camilan yang dibutuhkannya

Anak-anak belum memiliki pemikiran untuk membedakan mana yang dibutuhkan dan mana yang disuka. Sehingga disini peran orangtua sangat penting untuk memberikan camilan sesuai kebutuhannya, hingga mengkonsumsi makanan sesuai kebutuhan menjadi kebiasaannya hingga dewasa.