News

Begini Cara Sandiaga Supaya Pelaku Parekraf Tidak Kibarkan Bendera Putih

Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan pihaknya siap membantu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dalam memulihkan industri perhotelan dan restoran.


Begini Cara Sandiaga Supaya Pelaku Parekraf Tidak Kibarkan Bendera Putih
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dalam video yang diunggah di akun instagram miliknya pada Sabtu, (2/1/2021). (Instagram Sandiaga Uno)

AKURAT.CO, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan pihaknya siap membantu Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dalam memulihkan industri perhotelan dan restoran. 

Sandiaga tidak ingin pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif kembali mengibarkan bendera putih sebagai  simbol ketidaksanggupan menjalankan usahanya akibat pandemi Covid-19.

"Jadi lebih baik bendera putih itu berubah jadi bendera merah putih. Kita akan gerak cepat, dan berkolaborasi sehingga kita bisa bangkit di saat sulit," kata Sandiaga melalui keterangan resminya, Minggu (15/8/2021).

Sandiaga mengaku prihatin banyak pelaku parekraf yang terseok-seok menjalani usahanya akibat pandemi Covid-19. Atas dasar itu, dia memastikan akan mempercepat pemulihan sektor parekraf. 

"Ini adalah salah satu hal yang tentunya sangat menjadi pusat perhatian kami, dan kami prihatin, kami Kemenparekraf akan bergerak cepat untuk kembali memulihkan industri perhotelan dan restoran," tutur mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. 

Sementara itu, Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menyampaikan bahwa kondisi industri perhotelan dan restoran saat ini sangat sulit, sehingga dirasa perlu perhatian khusus dari pemerintah.

Oleh karena itu, dia meminta Kementerian Dalam Negeri memberikan bantuan berupa penghapusan sementara kewajiban pembayaran, denda atau sanksi keterlambatan pembayaran pajak bumi dan bangunan, pajak reklame, serta pajak penerangan jalan.

Kemudian, pihaknya mengharapkan Kementerian Ketenagakerjaan mengalokasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk sektor usaha hotel dan restoran kepada karyawan yang statusnya dirumahkan atau menganggur akibat pandemi Covid-19.

Pihaknya juga mengusulkan agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dapat memberikan stimulus terkait kebutuhan listrik.

"Yang kami harapkan adalah menghilangkan abonemen atau bayar minimum penggunaan listrik, memberikan diskon tarif listrik, dan bagi pelaku usaha hotel dan restoran yang menurunkan daya sementara karena alasan efisiensi, maka pada saat menaikkan daya listrik kembali tidak dipungut biaya," ucap Sandiaga.

Sebagai Informasi, Dampak wabah Virus Corona (Covid-19) bagi industri pariwisata, khususnya Indonesia tentu sangat berpengaruh. Sejumlah pembatalan kedatangan wisatawan asal China terjadi sejak wabah virus diumumkan. Lengangnya kursi pesawat, begitu juga hotel, cruise operator, dan potensi bisnis lainnya pun menjadi lepas. []