Lifestyle

Cara Sampaikan Keinginan Cerai pada Pasangan

Terkadang keputusan perceraian tak dapat dihindari karena masalah-masalah yang tak terselesaikan. Berikut cara menyapaikan keinginan bercerai


Cara Sampaikan Keinginan Cerai pada Pasangan
Ilustrasi perceraian (AGWEEK)

AKURAT.CO, Tidak semua pasangan menginginkan suatu perceraian. Akan tetapi, terkadang keputusan perceraian tak dapat dihindari karena masalah-masalah yang tak terselesaikan dalam pernikahan.

Meski begitu, bercerai bukanlah perkara mudah. Kamu dan pasangan harus memikirkan soal pembagian harta, bagaimana mengasuh anak secara hukum dan lainnya.

Bahkan sekedar mengatakan pada pasangan bahwa kamu ingin bercerai pun menjadi sesuatu yang berat untuk dilakukan. Untuk hal ini, apa yang bisa dilakukan?

Berikut cara menyapaikan keinginan bercerai, yang dikutip Akurat.co dari berbagai sumber:

Jelaskan keinginan cerai secara serius

Jelaskan bahwa kamu serius menceraikannya. Sebab, meski baik, kamu dan pasangan paham bahwa kehidupan pernikahan sudah tak bisa lagi dipertahankan, kamu tetap menyangkalnya dan menganggap semuanya masih aman. 

Oleh karena itu, bila memang kamu dan pasangan sungguh-sungguh harus berpisah, ajaklah pasangan berdiskusi dan jelaskan bahwa masalah perceraian ini serius, karena hubunganmu dan dirinya sudah tak bisa lagi dipertahankan.

Bicarakan perceraian di tempat privat

Bicarakan perceraian di tempat yang privat. Jangan pernah membicarakan masalah serius seperti perceraian di tempat umum, salah satunya di restoran atau cafe, meski hanya berdua. 

Lebih baik, pergilah ke tempat yang sepi agar tidak memicu perhatian, seperti di kamar tidur kalian atau kamar hotel.

Perhatikan apa yang perlu dikatakan 

Perceraian bukanlah masalah kecil. Setelah menemukan tempat yang teapt, pikirkan dengan baik apa yang ingin kamu ucapkan. 

Jika sangat yakin akan perceraian, jangan berikan harapan palsu tetap ingin bersama hanya karena pasanganmu menangis. 

Jelaskan dengan suara yang tenang dan utarakan masalah yang membuat kalian memutuskan untuk bercerai dan biarkan pasangan merenungkannya. 

Jangan menyalahkan dia

Tak ada artinya menyalahkan pasangn meski kamu berpikir bahwa dia salah. Jadi, jelaskan bahwa kamu tidak menginginkan mengadakan sesi konseling dengan psikolog pernikahan, karena kamu telah memikirkannya matang-matang. Katakan saja bahwa hubungan kamu dan pasangan tidak berhasil dan harus diakhiri. 

Perceraian adalah pilihan terakhir 

Sekali lagi, perceraian seharusnya dijadikan pilihan terakhir terhadap masalah rumah tangga. Kamu sebaiknya mencoba memperbaiki hubungan dengan pasanga terlebih dahulu, dan bila perlu meminta bantuan orang lain seperti psikolog pernikahan, untuk mempertahankan hubungan.

Ingatlah, perceraian bukan hanya menimbulkan luka pada pasangan, tetapi luka bagi anak-anak, kerabat dan orangtua.

Ini juga berarti bahwa kamu harus benar-benar memilih orang yang tepat untuk menjadi pasangan, bukan buru-buru menikah tanpa pertimbangan matang.

Artikel ini bukan untuk menjadi alasan kamu bercerai. Pikirkan matang-matang soal rencana itu. Semoga saja semuanya masih bisa berdamai dan menerima satu sama lain.[]