Ekonomi

Begini Cara Menentukan Segmentasi Pasar Biar Usaha Makin Moncer

Begini Cara Menentukan Segmentasi Pasar Biar Usaha Makin Moncer
Chandra Firmanto selaku Managing Partner PT. Indogen Capital (Akurat.co/Andoy)

AKURAT.CO Seperti yang diketahui, permasalahan yang sering dihadapi UKM atau UMKM di Indonesia adalah tidak dapat menentukan target pasar dengan benar.

Dimana penentuan target pasar sangat penting untuk memulai bisnis dan mendapatkan transaksi penjualan yang bagus. Seperti halnya harus mengetahui siapa saja konsumen yang menjadi sasaran bisnis, lalu logistiknya seperti apa, manajemen keuangannya seperti apa hingga kepada kebiasaan perilaku konsumen saat ini seperti apa.

Nah jadi, sebelum memulai bisnis cobalah untuk mengetahui target pasar Anda dengan tepat, sebab target pasar sendiri merupakan sebuah kegiatan untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan segmentasi mereka.

baca juga:

Dan dari segmentasi tersebut kalian sudah bisa mengolah data yang diperoleh dan menentukan segmen mana yang paling cocok dengan karakteristik bisnis yang akan kalian bangun.

Menurut Chandra Firmanto selaku Managing Partner PT Indogen Capital saat webinar Akurat.co dengan tema 'UMKM Go Digital: Akselerasi Pertumbuhan dengan Melek Pembayaran Digital Melalui QRIS dan Akses Permodalan' di Jakarta, Kamis (30/9/2021), menyampaikan bahwasanya dalam menentukan segmentasi pasar maka harus dimulai dari apa yang menjadi perhatian (Concern) para konsumen saat ini.

"Sebab orang-orang di kota-kota lapis 2 dan 3 telah melakukan bisnis dengan cara yang mapan selama beberapa dekade, oleh karna itu pemberian solusi digital yang tepat harus dimulai dengan berfokus kepada area pendapatan dan optimalisasi biaya, sebab 2 area tersebut merupakan bagian penting bagi para pebisnis terutama UMKM dan UKM untuk tetap naik kelas," ucapnya.

Kemudian, lanjutnya, hal kedua yang harus diperhatikan dalam menargetkan segmentasi pasar adalah utamakan hal-hal simple yang dapat memberikan value sesuai dengan pasar.

"Sebagai contoh, jika ingin membuat sebuah aplikasi untuk mempermudah para konsumen maka disarankan para pemilik usaha untuk membuat aplikasi yang tidak memakan banyak storage, mengapa harus begitu ? sebab kebanyakan para konsumen atau user di Indonesia masih menggunakan low-budget smartphone," ucapnya.

Memang, tambahnya, hal tersebut memang berkesan sangat simple, namun dibalik itu semua ada kenyamanan dalam menggunakan aplikasi kita bagi para konsumen.