News

Begini Cara Mendapat Hak Asuh Anak Dalam Proses Perceraian

Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam rangka memenuhi syarat untuk mendapat hak asuh anak


Begini Cara Mendapat Hak Asuh Anak Dalam Proses Perceraian
Ilustrasi (ANGIE GISLER)

AKURAT.CO, Anak sering menjadi korban ketika terjadi perceraian kedua orang tuanya dan tak sedikit yang berebut hak asuh anak.

Namun bagaimana proses hak asuh anak setelah kedua orang tua bercerai.

Pakar Psikologi Anak, Seto Mulyadi atau yang dikenal dengan sebutan kak seto menjelaskan, hak asuh anak bisa di dapatkan setelah hasil putusan dari Pengadilan.

"Hak asuh anak adalah keputusan dari Pengadian apabila itu sudah sampai ke Pengadilan," tutur dia kepada AKURAT.CO Sabtu (12/6/2021).

Seto melanjutkan, syarat agar mendapatkan hak asuh adalah salah satunya orang tua yang bercerai harus mengajukan berkas untuk mengasuh anak.

Kemudian nanti pihak Pengadilan akan melihat dengan bukti-bukti yang ada sebelum memutuskan siapa yang mendapat hak asuh anak.

Pengadilan akan melihat kasus hak asuh anak ini dengan objektif dan akan disidangkan juga.

"Nanti di Pengadilan akan diputuskan dengan baik, mana yang tepat utuk mengasuh anak," tegas dia.

Jika sudah besar, maka keputusan hak asuh ada pada si anak itu sendiri.

Nantinya dia yang akan memutuskan dengan siapa dia tinggal apakah itu ayah atau ibu.

Namun, sebelum memutuskan anak itu akan dilakukan pemeriksaan psikologis untuk menguatkan keputusan anak.

"Kemudian juga nanti di Pengadilan diungkap, ada kekurangan dan kelebihan dari masing-masing orang tua anak ini," jelas dia.

Meski begitu, ada hal penting yang perlu diperhatikan yakni, salah satu pihak yang dinyatakan menang dalam hak asuh anak tidak boleh melarang anaknya untuk bertemu orang tua yang kalah.

Misalkan, hak asuh jatuh pada sang ayah, maka tidak boleh menutup akses sang ibu untuk bertemu dengan anaknya.

"Atau sebetulnya ada hak anak bertemu dengan ibunya. Jadi tidak boleh tutup akses hanya 1 tahun sekali atau berapa bulan sekali," ungkapnya.

Jika orang tua yang memegang hak asuh anak melarang si anak untuk bertemu dengan orang tua satunya lagi, maka sudah melanggar hak anak dan bisa dipidana.

"Itu bisa dipidana karena perlakuan salah terhadap anak," tutup dia.[]