News

Begal Sadis Masih Berkeliaran di Tangsel, Warga Minta Jaminan Keamanan

Kurang dari sepekan, kawanan begal berkeliaran di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tangsel dan menyebabkan tiga korban luka sabetan senjata tajam.


Begal Sadis Masih Berkeliaran di Tangsel, Warga Minta Jaminan Keamanan
Ilustrasi (AKURAT.CO/Lukman)

AKURAT.CO Kurang dari sepekan, kawanan begal berkeliaran di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tangsel dan menyebabkan tiga korban luka sabetan senjata tajam.

Kejadian begal pertama terjadi pada Sabtu (18/9/2021) dini hari. Korban E (15) dipepet dan dihadang kawanan begal menggunakan senjata tajam.

E kemudian dikepung kawanan begal, mendapatkan luka bacok di kaki kiri dan motor Honda Beat yang dikendarainya berhasil dibawa kabur kawan begal.

Kasus ini pun, sudah dilaporkan korban dan masih dalam penyelidikan Polsek Pondok Aren.

Sehari kemudian, saudara kembar Helmi Rahmat Sya'bani dan Husni Thamrin Sya'bani menjadi korban aksi kawanan begal pada Minggu (19/9/2021) dini hari di sekitaran Mal di Bintaro.

Saudara kembar ini, mendapati luka bacok di tangan dan pinggul serta satu handphone milik Helmi dirampas kawanan begal yang berjumlah enam orang.

Keenam kawanan begal tersebut membawa senjata tajam berupa celurit dan pisau.

Dua kejadian begal di wilayah Tangsel, membuat para pekerja khawatir menjadi sasaran kembali kawanan begal yang beraksi malam hari.

Yasinta (28) pekerja wanita yang bekerja sebagai tenaga kesehatan, mengaku resah akan aksi begal di Tangsel.

Bahkan, rekan kerjanya sempat menjadi korban begal. Beruntung, rekannya selamat dari bacokan begal yang membawa senjata tajam.

"Maraknya begal sangat meresahkan. Khususnya untuk saya dan sebagian orang yang memang pulang kerjanya malam hari dan menggunakan kendaraan roda dua. Beberapa pekan lalu rekan kerja saya sendiri mengalami hal serupa. Sepulang kerja, jam 10 malam mengendarai sepeda motor di daerah BSD rekan saya di begal. Mengalami bacokan berulang kali tetapi masih puji syukur bisa membela diri dan selamat, hanya jaket robek-robek dan memar-memar saja," papar Yasinta kepada awak media, Senin (20/9/2021). 

Menurut Yasinta, Tangsel sebagai wilayah perkotaan modern seharusnya lebih aman dari kawanan begal yang meresahkan warga.

"Ini di daerah perkotaan yang menurut saya harusnya lebih aman dan modern tetap saja masih ada kejadian begal," ucapnya.

Ia hanya berharap, aparat kepolisian bisa mengantisipasi aksi kejahatan di wilayah Tangsel agar tidak menimbulkan korban lainnya.

"Besar harapan saya, kejadian ini tidak terulang lagi, dan mendapat perhatian dari aparat setempat. Hal-hal ini bisa di tindak tegas agar tidak semakin banyak korban dan masyarakat merasa aman," tutur Yasinta.

Pekerja lainnya, Sutomo (27) harus melawan rasa takutnya saat ada jadwal kerja yang mengharuskan pulang malam hari.

Terlebih, baru-baru ini ia membaca sejumlah berita di media terjadi aksi begal di wilayah Tangsel.

Tomo panggilan akrabnya, merasa cemas terkait maraknya kawanan begal yang masih berkeliaran dan tidak adanya kepolisian yang berpatroli di jam-jam rawan kejahatan.

"Ya takut juga lah. Apalagi kalau lewat tengah malem di Tangsel tuh enggak kayak wilayah lain, ada aja pasti Polisi lewat. Di Tangsel tuh boro-boro ada," jelas Tomo.

Masih kata pekerja yang harus pulang ke Depok ini, hanya bisa berharap adaya kepolisian dan aparat lainnya yang bisa memberikan rasa aman ke warganya.

"Cuma mau gimana ya? Tuntutan kerjaan, berani-beraniin aja dah. Ya semoga besok-besok ada lah minimal keliling. Biar pengendara kayak saya enggak parno juga, apalagi saya naik motor kan," tandasnya. []